•   Rabu, 20 November 2019
Ekonomi China

Imbas Perang Dagang Versus Amerika, Dua Manufaktur Mobil Tiongkok bakal Mengungsi ke Indonesia

( words)
Beberapa orang pekerja sedang sibuk merakit mobil di salah satu pabrik mobil di Tiongkok/Wikipedia


SURABAYAPAGI.com- Perang dagang (trade war) antara Tiongkok dan Amerika Serikat rupanya berbuah berkah bagi Indonesia. Pasalnya, dua manufaktur mobil listrik asalNegeri Tirai Bambu yaitu BYD Auto dan China’s Anhui Jianghuai Automobile Co Ltd (JAC Motors) tertarik untuk memindahkan pabrik mereka ke tanah air.
Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin, memastikan minat dua pabrikan mobil mutakhir Tiongkok tersebut lantaran Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membawa kabar baik setelah melakukan kunjungan kerja ke sana, pekan lalu. Kepastian minat tersebut timbul setelah dilakukan pembicaraan beberapa kali. Selain itu, baik BYD Auto maupun JAC Motors, sudah bermitra dengan swasta di Indonesia.
Menurut Ridwan, BYD Auto sendiri merupakan pabrikan yang bekerjasama dengan Bluebird. Di sisi ain, JAC Motors sendiri ukuran mobilnya lebih kecil dari BYD. Tetapi, JAC Motors sendiri dikenal sebagai salah satu pabrikan mobil kesohor di Tiongkok. Hanya saja, Kemenko Kemaritiman menyebut, dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok tersebut belum bersedia mengumumkan nilai investasi yang akan mereka tanamkan di Indonesia.
"Keduanya, baik BYD Auto dan JAC Motors memang tidak mengungkapkan berapa nilai investasi mereka di Indonesia. Tetapi, mereka telah menyatakan minat. Syaratnya sudah jelas dan lokasinya juga ada," cetus Ridwan kepada media, Jumat (12/7/2019).
Selain itu, kedua korporasi mobil kakap Tiongkok tersebut juga masih menyembunyikan di mana lokasi pendirikan pabrik-pabrik mereka. Walau demikian, Ridwan menduga kuat kalau pabrik-pabrik tersebut bisa dibangun di Jawa Barat karena provinsi ini merupakan salah satu pusat industri otomotif nusantara.
"Kalau mereka mau berdekatan lokasinya dengan sumber baterainya di Tiongkok, ya mereka bisa membangun di luar Jawa," papar Ridwan.
Sebelum ini, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengunjungi sejumlah pabrik di Tiongkok. Kunjungan kerja itu dilangsungkan demi memastikan investasi para pengusaha Negeri Tirai Bambu tersebut bisa terwujud dengan baik.
Di antaranya, Menteri Luhut berkunjung ke pabrik baterai mobil listik, pabrik mobil listik sampai ke pabrik pengolahan limbah. Di Tiongkok sana, Menteri Luhut juga bertemu dengan sederet pengusaha kakap.
"Menteri Luhut bertemu dengan orang-orang yang punya pengaruh. Menariknya, orang-orang itu rupanya sudah berinvestasi di Indonesia, tepatnya di Morowali (Sulteng). Mereka adalah pengusaha yang cakap dan terpercaya, sehingga bisa meyakinkan rekan-rekan bisnis untuk turut berinvestasi di Indonesia," ungkap Ridwan.

Berita Populer