•   Minggu, 8 Desember 2019
Kesehatan

Indonesia Urutan Ketiga dengan Penderita TB Terbesar Di Dunia

( words)
diskusi penanggulangan bahya TB di kampus UMJ


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Penyakit tuberculosis (TBC) menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Sampai saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara ketiga terbesar di dunia yang masyarakatnya masih terpapar penyakit tuberkulosis (TBC).

Sejumlah masalah sosial ekonomi menjadi faktor yang menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang terpapar penyakit mematikan tersebut.

Mereka yang terpapar TB umumnya adalah masyarakat ekonomi kecil. Mereka tinggal di kawasan yang kurang layak dari sisi kesehatan sehingga memicu berkembangnya kuman TB. "Program penanganan TB belum maksimal," kata anggota Komisi 9 DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Visi misi Presiden Joko Widodo terkait kesehatan masalah TB tidak masuk ke dalam daftar utama yang harus segera ditangani. Pemerintah lebih memprioritaskan masalah stunting yang anggaran penanganannya pernah mencapai Rp 1,5 triliun. Anggaran tahun 2020 turun menjadi Rp 850 miliar.

Sedangkan untuk penanganan TB hanya Rp 127 miliar. "Kenapa tidak adil, karena banyak faktor," kata Saleh di sela acara Seminar Upaya Penanggulangan TBC dan Dukungan Perlindungan Sosial yang dilaksanakan PR TB ’Aisyiyah bekerjasama dengan Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Hal serupa juga diakui dr. Imran Pambudi, MPHM, Kasubdit TBC Kementerian Kesehatan yang menilai pentingnya kerjasama antar kementerian dan lembaga selain Kemenkes. Saat ini, terdapat 842 ribu penderita TBC di Indonesia dan setiap harinya ada 300 orang meninggal akibat TBC (WHO, 2018).

Penyakit tuberkulosis atau TBC bukanlah masalah kesehatan semata. "Banyak faktor lain yang memengaruhi penularan dan kesembuhan pasien TBC, terutama faktor sosial dan ekonomi," kata dr. Imran.

Berita Populer