•   Selasa, 12 November 2019
Peristiwa Internasional

Ingin Lepas dari CHINA, HONGKONG Demo Minta Bantuan AS

( words)
Unjuk rasa di Hongkong (Ilustrasi)


SURABAYAPAGI.COM –Minggu (8/9) ribuan pengunjuk rasa Hongkong memadati jalan raya sambil menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat dengan membawa bendera negara tersebut. Mereka meminta kepada Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan Hongkong yang dikuasai China.

Aksi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian demontrasi selama berbulan bulan.

“Berjuang untuk kebebasan, berdirilah dengan Hongkong,” teriak mereka.

“Tolak Beijing, bebaskan Hongkong,” sahut mereka lagi.

Mereka mengibarkan bendera, dan meminta demokrasi setelah terjadi malam kekerasan lainnya pada pekan ke-14 kerusuhan.

"Dengan AS terlibat dalam perang dagang dengan China pada saat ini, ini adalah kesempatan baik bagi kami untuk menunjukkan pada (Amerika Serikat) bagaimana kelompok-kelompok pro-China juga melanggar hak asasi manusia di Hong Kong dan memungkinkan kebrutalan polisi," kata seorang pekerja di industri keuangan, Cherry (26) saat pengunjuk rasa berbaris menuju Konsulat AS terdekat.

"Kami ingin pemerintah AS membantu melindungi hak asasi manusia di Hong Kong" ucapnya.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper pada Sabtu (7/9) mendesak pemerintah China untuk menahan diri di Hong Kong. Esper menyatakan seruannya di Paris, saat polisi di Hong Kong mencegah pengunjuk rasa menghalangi akses ke bandara internasional kota itu, polisi menembakkan gas air mata untuk malam kedua di distrik Mong Kok yang padat penduduk. Sementara itu, para pengunjuk rasa lain membuat kobaran api di jalan, dan ada beberapa penangkapan.

Cina membantah tuduhan mencampuri urusan dalam negeri Hong Kong. Mereka mengecam protes itu, menuduh AS dan Inggris mengobarkan kerusuhan, dan memperingatkan bencana ekonomi di Hong Kong.

Berita Populer