•   Jumat, 13 Desember 2019
Kuliner

Inilah Asal Usul Ketupat Lebaran

( words)


SURABAYAPAGI.com - Hari Raya Idul Fitri pasti tak lengkap tanpa adanya hidangan ketupat. Biasanya, masyarakat Indonesia kerap menyandingkan ketupat dengan berbagai menu sayur dan lauk yang beragam, mulai dari rendang, opor ayam, hingga kentang balado.

Hadirnya ketupat sebagai hidangan khas Ramadan pun memiliki cerita panjang.

1. Ketupat diperkenalkan Sunan Kalijaga
Ketupat dalam sejarah diperkenalkan kepada masyarakat Jawa oleh Sunan Kalijaga. Di tanah Jawa sendiri ada yang disebut Bakda Kupat, di mana, hampir di setiap rumah menganyam ketupat menggunakan daun kelapa muda. Hasil anyaman ketupat itu kemudian diantarkan kepada sanak saudara yang lebih tua.

2. Ketupat bukan hanya di Indonesia
Mungkin kita menganggap ketupat merupakan salah satu hidangan khas Lebaran yang hanya ada di Indonesia. Faktanya, ketupat juga ada di beberapa negara Asia Tenggara, terutama negara Melayu yang juga merayakan Hari Raya Idul Fitri.

3. Ketupat kependekan dari ’Ngaku Lepat’ dan ’Laku Papat’
Dalam filosofi Jawa, ketupat yang biasanya selalu menjadi hidangan wajib saat Lebaran ternyata memiliki kepanjangan. Yakni ‘Ngaku Lepat’ dan ’Laku Papat’. Ngaku Lepat sendiri mengandung arti ’mengakui kesalahan’, sedangan Laku Papat adalah ’empat tindakan’.

4. Ketupat cerminan kesucian dan kesempurnaan
Ketupat yang memiliki bentuk yang sempurna, juga dihubungkan dengan makna kemenangan umat Islam usai menjalankan ibadah puasa selama sebulan lamanya, hingga akhirnya bisa merayakan kemenengan pada Hari Raya Idul Fitri. Ketupat yang berisi nasi putih juga dicerminkan sebagai kebersihan dan kesucian hati.

Berita Populer