•   Jumat, 13 Desember 2019
SGML

Inovasi Pelayanan Publik “Rawon Bu Gimal”

( words)
Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat membuka acara silaturahmi dan rembug desa sekaligus peresmian kantor baru Kecamatan Gedeg, Rabu (20/1) pagi. Foto SMG/Dwy Agus Susanti


Rembug Desa dan Peresmian Kantor Kecamatan Gedeg Tahun 2019

SURABAYA PAGI, Mojokerto - Rawon Bu Gimal (Pelayanan Rabu Kliwon Malam dan Rabu Legi Malam), menjadi salah satu inovasi pelayanan publik Kecamatan Gedeg saat ini. Inovasi ini dikenalkan dan dijelaskan dalam acara silaturahmi dan rembug desa sekaligus peresmian kantor baru Kecamatan Gedeg, Rabu (20/1) pagi.
Peresmian ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Sekdakab Herry Suwito, Asisten, Staf Ahli, serta kepala OPD.
“Perlu kami sampaikan bahwa Kecamatan Gedeg kini mempunyai inovasi Rawon Bu Gimal (Pelayanan Rabu Kliwon Malam dan Rabu Legi Malam) pada jam 16.00-19.00 WIB. Inovasi pelayanan ini ditujukan bagi warga masyarakat yang tidak bisa mengurus pelayanan pada jam kerja reguler karena bekerja atau terhalang kesibukan lain,” papar Camat Gedeg Tjatoer Edy Novianto.
Pelayanan yang disediakan pun beragam, mulai akta kelahiran, pindah datang dan keluar, dispensasi nikah, legalisasi KK dan KTP, persyaratan akademik, rekom izin keramaian, rekom penggunaan jalan daerah, evaluasi rancangan peraturan APBDesa, surat Jampersal, PBB maupun IMB.
Tjatoer juga menyatakan respon positif kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto atas kegiatan rembuk desa, yang menurutnya mampu membangkitkan semangat warga masyarakat untuk ikut membangun desa dengan gotong royong.
Ajang ini, tambahnya, diharapkan menjadi wadah serap aspirasi masyarakat untuk semangat membangun desa ke arah lebih baik salah satunya dengan terus berinovasi.
Dalam sambutannya, Wakil bupati Pungkasiadi menyampaikan program Bantuan Keuangan Desa (BK Desa) Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang bakal diteruskan kembali di tahun 2019 kepada dua desa di Kecamatan Gedeg yakni Desa Balongsari dan Desa Gedeg.
“Untuk Kecamatan Gedeg, BK Desa telah kita berikan di tahun 2018 kepada Desa Gempolkrep, Bandung, dan Gembongan. Tahun 2019 ini kita teruskan lagi untuk Desa Balongsari, Beratwetan, dan Gedeg. BK Desa kita maksudkan untuk percepatan pembangunan perdesaan, dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan perekonomian. Desa dengan dibantu partisipasi masyarakat, diharapkan juga bisa berinovasi guna meningkatkan kesejahteraan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” kata wabup.
Secara lengkap, beberapa daftar kegiatan lain di Kecamatan Gedeg tahun 2019 yang telah diplot juga dijelaskan oleh wabup. Antara lain kegiatan BK Desa untuk jalan usaha tani (Desa Balongsari), jalan lingkungan (Desa Gedeg dan Beratwetan) dan kantor desa Gempolkrep.
Ditetapkan pula kegiatan rehab gedung SDN Gedeg, perbaikan Puskesmas Lespadangan (pembangunanruang BKIA), peningkatan jalan Gembongan-Jerukseger tahap I dan peningkatan jalan Gedeg-Pagerejo tahap II (konstruksi rigid beton Fs. 40), pembangunan kantor Kecamatan Gedeg tahap III (gapura, pagar Majapahit, papan nama kecamatan dan halaman), renovasi rumah potong hewan Gedeg (rehab kandang penampungan dan gang way), juga pembangunan serta pengembangan pasar Lespadangan (perbaikan los). dw/adv

Berita Populer