•   Jumat, 6 Desember 2019
Otonomi Daerah

Inovasi Teknologi, Panitia Pilkades di Jombang Gunakan Scan Barcode

( words)
Panitia Pikades Desa Sengon, Kecamatan Jombang, menggunakan scan barcode saat pencoblosan di balai desa setempat. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang menggunakan inovasi baru dalam pelaksanaan pilkades serentak.

Inovasi tersebut dengan menggunakan teknologi scaning barcode undangan para pencoblos. Hal ini merupakan baru pertama kali dilakukan oleh panita setempat. Tujuannya agar tidak ada daftar pemilih ganda.

Ketua Panitia Pilkades Sengon, Suwiknyo mengatakan, diterapkannya pemberlakukan sistem undangan tersebut untuk memudahkan panitia dalam meng-input data proses pemilih agar tidak ganda.

"Kita pakai undangan barcode agar mempercepat pelayanan, serta lebih akurasi data dan tidak akan ada dobel pemilih," katanya, di TPS desa setempat, Senin (4/11/2019).

Suwiknyo menjelaskan, ide inovasi teknologi ini berawal ketika dirinya juga ditujuk sebagai panitia pilkades tahun sebelumnya yang hanya menginput data manual. Nah, semenjak melihat mini market pakai barcode dengan memakai entri code angka khusus, ia meniru pada pilkades sekarang.

"Saat melihat dari mini market, barcode angka ini lebih mudah membaca untuk menginput data pemilih. Fungsinya, jika ada pemilih ganda dengan mengcopy memakai fotocopy pasti kami bakal mengetahui dengan berbunyi eror. Kita juga berikan kertas undangan khusus yang langsung dibaca sama code program di komputer," jelasnya.

Namun saat disingung dengan memakai alat barcode itu memakan anggaran lebih banyak, Suwiknyo membantah. Ini malah lebih murah, dan juga meringankan beban panitia dalam pencocokan data pemilih yang mencoblos, sebab pendeteksi data pemilih malah lebih falid dibandingkan kalau memakai cara manual.

"Harga alat barcode ini murah, hanya 175 ribu. Teknologi program pendeteksi barcode kita bikin pakai program exel. Tentu salah satunya meminimalisir kecurangan data pemilih ganda. Alhamdulillah dalam pelaksanaan pilkades pada hari ini tidak ada eror sama sekali karena ada kode rahasianya," ujarnya.


Image

Dari data yang tercatat panitia, warga yang tercover di Desa Sengon sejumlah 6.432 hak pemilih. Hingga terpantau sejak siang hari, kurang lebih ada sejumlah empat ribu pemilih atau sudah 61 persen yang telah terinput di komputer.

"Sementara sampai sekarang tidak ada keluhan, namun untuk mengantisipasi bila ada kecurangan, kita juga melapisi dengan KTP ataupun suket yang dibawa pemilih dari kecamatan. Tentu pasti aman, dan daftar pemilih 61 persen ini falid dari barcode pemilih yang hadir," tandasnya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Bidang Bina Aparatur Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Rika Paur Fibriyamusi mengatakan, pengunaan barcode ini adalah inovasi dari panitia desa sendiri dan bukan tataran teknis dari dinas. Tentu dengan barcode tersebut, peng-inputan data undangan pemilih ini bisa menekan selisih daftar hadir dengan suara sah di saat penghitungan suara.

"Kalau ini yang punya kewenangan adalah panitia desa. Menurut kami, teknologi scan barcode ini bagus dan inovasi baru pertama di Jombang. Jika nantinya ada data selisih atau hilang, nantinya bisa dihitung dari jumlah surat suara yang ter-input di komputer. Ini bagus, saya pikir kedepan hal seperti ini perlu diadopsi," pungkasnya.(suf)

Berita Populer