•   Selasa, 19 November 2019
Peristiwa Kriminal

Isteri Dibakar Hidup-Hidup

( words)
Putri Nalurita tergolek di RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (15/10/2019). karena mengalami luka bakar hingga 80 persen, diduga akibat ulah suaminya


Baru Nikah 1,5 Bulan Lalu, Sering Bertengkar di Kos-kosan Jl Ketintang Baru, Diduga Suami Cemburu. Kondisi Luka Korban Parah

Hendarwanto-Alqomar,
Wartawan Surabaya Pagi

Diduga gelap mata akibat dibakar rasa cemburu, Purianto (47) nekad membakar istrinya, Putri Nalurita (19). Wanita ini mengerang sakit kepanasan. Hampir sekujur tubuhnya melepuh. Sebelum dibakar, korban disiram dengan bensin di kamar kos-kosannya di Jalan Ketintang Baru IIA No. 3A, Gayungan, Surabaya, sekitar pukul 08.30 Wib, Selasa (15/10/2019). Kini sang suami buron polisi, karena melarikan diri usai membakar istrinya.
-------------


Image

Setelah beberapa saat korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo, Putri kemudian dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Sebab, luka bakar yang diderita korban sekitar 80 persen.

"Korban menderita luka bakar sekitar 80 persen. Setelah kami evakuasi ke RSI, sekitar pukul 13.15 Wib, dirujuk ke RSU dr Soetomo," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Dedik Irianto.

Kepala Humas RSU dr Soetomo, Surabaya, dr Pesta Parulian mengatakan kondisi korban saat ini kehilangan banyak cairan akibat luka bakar yang dialami.

"Saat ini pasien kami tidurkan karena kami mencurigai adanya luka bakar sampai saluran pernapasan. Intinya, sekarang kami amankan dulu jalan napasnya. Sampai nanti kami bisa buktikan luka bakarnya itu sampai di mana," jelas Pasta.

Luka bakar yang dialami korban, lanjutnya, memang parah. Dari penampakan klinis di luar, luka bakarnya itu ada di wajah, di dada bagian atas, di bagian tangan kiri, hingga kaki kiri. "Untuk saat ini penghitungan persentase luka bakarnya lebih 16 persen, namun bisa berubah ketika kami lakukan pencucian luka(debridement) nanti, dihitung lagi. Kira-kira seberapa luas area yang terbakar dan seberapa dalam luka bakar yang diderita pasien," ungkapnya.

Pihak rumah sakit pun, jelas dia, melakukan langkah yang paling penting, yakni menstabilkan luka bakar yang dialami oleh korban. "Saat ini korban kehilangan banyak cairan karena luka bakar yang dideritanya. Segera kami cuci untuk menghindari infeksi yang mungkin akan terjadi. Luka bakar yang diderita korban itu benar-benar menggelembung karena melepuh," beber Pasta.

"Setelah dilakukan pencucian itu, akan kami lihat apakah akan dilakukanskin graft (cangkok kulit) dan menunggu lukanya bersih dulu," imbuh dia.

Menikah 1,5 Bulan
Sumiyati (40), ibu korban, menceritakan pertengkaran antara Putri dan suaminya, Purianto. Ia mengakui rumah tangga anak tunggalnya itu tak harmonis. Padahal, usia pernikahannya baru sekitar 1,5 bulan lalu. "Anak saya baru nikah bulan Agustus sama ini (Purianto). Sering tengkar, cerita biasa namanya rumah tangga tapi kemarin (Minggu, 13/10) dia pulang ke rumah saya," cerit Sumiyati sembari menggendong cucunya di IGD RSU dr Soetomo.

Saat itu, Sumiyati tinggal di Jalan Ploso Surabaya. Ia lantas meminta anaknya untuk tinggal sementara waktu di kampung asal mereka, tepatnya di Parengan Tuban. Korban pun mengiyakan. "Soalnya mereka tengkar, niatnya saya bawa pulang ke Tuban tapi gak bawa baju ke Ploso," tutur dia.

Hingga kemudian, Sumiyati mengantar anak dan cucunya ke kos-kosan yang ditempati Putri dan suaminya di Ketintang. Ternyata, sang suami sudah menunggu kedatangan korban. Kedatangannya ke kos-kosan itu untuk mengambil baju. Pertengakaran hebat tak terelakkan.

Saat Sumiyati keluar kos untuk menerima telepon, korban pun teriak meminta tolong. "Saya masuk, panik ke anak ku (kondisi terbakar). Suaminya lari kabur. Cucu saya di lantai di tengah api tapi gak nangis," ujarnya.

Sembari mengangkat cucunya dari lantai dengan keadaan api membara, ia juga menyuruh anaknya pergi ke kamar mandi. "Awalnya itu tidak ada yang bisa bantu, karena situasi sepi. Saya sendiri bawa anak saya ke RSI Wonokromo pakai becak. Bayangkan, di jalan dia teriak-teriak kepanasan," ujar Sumiyati sembari menangis.

Suami Kabur
Heri Suhandoyo (46), penjaga kos-kosan juga mengungkapkan hal sama. Heri merupakan satu dari 4 saksi yang diperiksa polisi di Polsek Gayungan, karena orang pertama yang menolong korban saat berteriak meminta tolong. Tiga saksi lainnya yang diperiksa adalah dua tetangga kos dan Lia Santi, yang sempat membuka pintu kamar kos serta membiarkan korban (Putri) masuk ke bak mandi lantaran tubuhnya kepanasan.

Ia mengakui motor matik yang dibawa kabur Purianto miliknya. Motor itu dipinjam terduga pelaku, karena menurut Heri, sehari-hari digunakan untuk kulakan buah yang dibuat jus lalu dijual di Royal Plaza. Motor miliknya jenis Suzuki Skydrive bernopol W-3484-S warna merah. "Setelah peristiwa tadi, dia lari pakai motor saya. Saya nggak tahu kalau mau dipakai untuk itu (lari)," ungkapnya.

Hari juga mengungkapkan sebelum terjadi pembakaran terhadap Putri, sepasang suami istri (pasutri) itu sempat terlibat pertengkaran. Menurut dia, pembakaran itu dilakukan Purianto ketika ibu korban keluar dari kamar kos untuk menelepon seseorang. Ia menyebut kejadian cukup cepat, tahu-tahu korban sudah mengalami luka bakar. "Saya repot dengan api, korbannya istri disiram, gak tahu bensin atau air apa," jelasnya.

Motif Pelaku
Setelah Polsek Gayungan dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP, diketahui bahwa Purianto, suami korban, berasal dari daerah Batatangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sedang istrinya, Putri Nalurita berasal dari Desa Sembung, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa timur. "Yang suaminya sudah lama 7 bulan tinggal di sini, terus nikah mereka manten baru, lalu ngajak istrinya tinggal di sini," tutur Heri.

Polisi mendeteksi ponsel terduga pelaku terakhir aktif saat berada di kawasan Sepanjang, Sidoarjo. Kini, Unit Reskrim Polsek Gayungan masih mengejarnya. “Dari tracking ponselnya, terakhir posisi ponsel hidup di Sepanjang. Sekarang ponselnya dimatikan," sebut Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto.

Menurut dia, motif pembakaran yang dilakukan Puryanto terhadap istrinya karena persoalan keluarga. "Motifnya pertengkaran keluarga atau cemburu, tapi masih di dalami karena petugas belum bisa meminta keterangan terkait kejadian ini karena korban masih dirawat," papar dia.

Wakapolsek Gayungan AKP Widiyantoro menambahkan tim penyidik sempat mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari bangkai kasur matras yang cuma bersisa rangka peer-nya pasca dilumat api dan sebuah korek berbisi cairan bensol yang tergeletak di sekitar area kasus terbakar di dalam ruang kosan berukuran 3 meter x 5 meter.

Widi menyebut masih mendalami motif pelaku suami bakar istri hidup-hidup tersebut. "Tadi kasur yang terbakar, lalu ada korek api bensol kami amankan. Kami juga tengah dalami motif pelaku melakukan itu," jelas dia.


Image

Ditanya cairan bahan bakar yang digunakan pelaku membakar tubuh istrinya, Widi mengaku akan memastikan itu setelah hasil Labfor Tim Inafis Polrestabes Surabaya, selesai. "Kami menunggu hasil Labfor untuk ungkap itu," tandasnya. n

Berita Populer