ITS Luncurkan Kapal Tanpa Awak

Intelligent BOAT (i-boat) tanpa awak.SP/Byta Indrawati.

SURABAYAPAGI, Bangkalan - Dalam rangka memperingati Lustrum XII (60 tahun) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang akan jatuh pada tanggal 10 November 2020 mendatang, hari ini (29/9).

Berlokasi di PT. Banyu Ajuh, Kamal, Madura, ITS kembali meluncurkan salah satu karya inovasi anak bangsa,berupa sebuah kapal pintar yang diberi nama intelligent BOAT (i-boat).

Indonesia sebagai bangsa maritim dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu lebih dan dengan luas wilayah perairan sebesar 3,25 juta km persegi, maka peranan angkutan laut sangat vital sebagai pemersatu bangsa. Ibarat tubuh, transportasi laut bagi Indonesia adalah merupakan urat nadi dalam tubuh kita.

Tanpa transportasi laut yang efisien-efektif dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran maka dapat dipastikan muncul persoalan distribusi logistik, dan selanjutnya akan diikuti persoalan pemerataan pembangunan terutama di daerah kepulauan.

Produk ITS ini sekaligus melengkapi produk-produk sebelumnya antara lain Robot RAISA dan mobil pintar (i-CAR) yang telah diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2020 dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke–75.
IMG-20200929-WA0048
ITS sebagai kampus teknologi, berkomitmen kuat untuk memfokuskan pada pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi, misalnya  teknologi elektronika dan informasi cerdas (artificial intelligence, internet of things) dan teknologi kelautan/maritim (desain kapal beserta peralatannya dan desain rekayasa transportasi laut) yang berdampak luas bagi solusi permasalahan bangsa, terutama penyiapan revolusi  industri 4.0 sektor maritim di Indonesia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  Surabaya Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D mengatakan bahwa pihak ITS meluncurkan i-boat atau intelligent boat atau kapal autonomous I-Boat (Intelligent Boat) yang tanpa awak.

"Ini hasil riset anak-anak bangsa dari ITS, mahasiswa dan dosen. Para peneliti ada 41 orang, I-Boat bisa diperintah dari handphone menuju satu titik. Padahal arus air itu tidak sama setiap saat, sebab ada kepandaian data yang di ambil dari GPS dan kamera dengan resolusi tinggi yang kita gabungkan," katanya.

Dengan kondisi laut yang bergelombang terutama di saat cuaca buruk, kapal sebagai kapal pengangkut logistik dan kapal penolong (rescue boat) harus mempunyai kendali operasional yang berbasis lingkungan serta otomatis dan autonomous.

Dengan memasangkan perangkat pintar pada iBOAT, maka kapal dapat dijalankan dengan kombinasi teknologi berbasis artificial intelligence dan internet of things, yang memungkinkan kapal ini menjalankan misinya seperti disebutkan di atas dan oleh karenanya, kapal harus mengenali potensi bahaya, mencegah tabrakan dengan obyek di laut, dan mengurangi risiko kecelakaan kapal, serta mampu mengoptimalkan tenaga penggeraknya.
IMG-20200929-WA0052
Sementara itu, Koordinator Konsorsium Penelitian ITS, sekaligus Ketua Klaster Maritim untuk Inovation Center, Tri Achmadi PhD. menjelaskan bahwa cara kerja I-Boat cukup mudah dengan operator bisa mendownload aplikasi, namun untuk saat ini aplikasi baru akan di rilis 6 bulan kedepan untuk memastikan keamanannya.

"Bisa donwload aplikasi, disitu koordinator ada kordinat tujuan. Jadi karena dia desain kapalnya sudah sangat canggih walaupun gelombang tinggi tidak akan tenggelam dan bisa menembus segala cuaca. Karena tidak berawak tidak usah khawatir ada orang tenggelam," jelasnya.

Tri Achmadi mengaku bahwa inovasi pada bidang maritim i-boat merupakan inovasi pertama yang ada di Indonesia.

"Rencananya akan dimanfaatkan ke segala keperluan bencana, penolongan korban laut, hampir semua kondisi pelabuhan seperti ini. Dari sisi fitur operasional, I-boat ini dirancang dapat diperintah untuk menuju lokasi koordinat tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat koneksi internet di wilayah operasionalnya, pengguna dapat menggunakan i-boat ini melalui aplikasi user interface, baik yang bersifat web-based maupun yang beroperasi melalui gadget android (smart-phone)," pungkasnya.Byt