•   Sabtu, 7 Desember 2019
Kuliner

Jadi Kontroversi, Campur Ganja Sebagai Tambahan Penikmat Makanan

( words)
Chef Chris Sayegh


SURABAYAPAGI.COM, –Ganja merupakan salah satu tanaman yang masuk dalam kategori psikotropika. Karena penggunaannya akan menyebabkan seseorang mengalami euphoria. Dalam penggunaannya, ganja biasanya digunakan menjadi rokok untuk dihiasap untuk mendapatkan efeknya.

Atas kandungan yang ada dalam tanaman ganja, pemerintah melarang pembudidayaan tanaman tersebut. Serta penggunaanya akan mendapat sanksi pidana.

Namun, di Amerika, Seorang Chef bernama Chris Sayegh menyebut dirinya sebagai chef herbal. Ia membuat aneka makanan dengan bahan dasar tumbuh-tumbuhan. Baru-baru ini, Chef Chris mengumumkan kalau ada menu istimewa yang ia racik menggunakan ganja.

Dilansir dari Insider (17/11) Chef Chris mengatakan pengalaman bersantap dengan menu ganja ini memiliki daya tarik tersendiri. "Ini merupakan sedikit peningkatan dalam bidang kuliner. Saya akan menunjukkan bagaimana kami meracik bahan makanan dengan tambahan ganja," kata Chef Chris.

Pria yang tinggal di Los Angeles ini bahkan baru saja membuka restoran dengan tema makanan herbal. Restoran bernama Herb ini menyajikan hidangan yang diberi campuran ganja. Meski dianggap kontroversi, tapi Chef Chris percaya makanan ini tidak akan membuat penikmatnya merasa teler dan tak sadarkan diri.

Semua orang sebanarnya bisa saja mencampurkan ganja ke dalam masakan. Namun kembali lagi ke sisi kesehatan, Chef Chris mengatakan ganja tidak bisa terlalu banyak ditambahkan ke dalam makanan karena efeknya akan berbahaya.

"Hanya dosis kecil saja yang ditambahkan dan menggunakan teknik khusus. Kami ingin orang merasakan sensasi berbeda usai makan hidangan ini tapi bukan berarti membuatnya tak sadar," lanjut Chef Chris.

Di restorannya, Chef Chris akan menjamu pengunjung dengan 10 hidangan termasuk wine. Beberapa hidangan ini antara lain salad kepiting, wagyu dengan onion caramel dan ikan kakap dengan soda dashi. Sebagai makanan penutup, ia menyediakan dessert rasa peach. Semua hidangan ini diolah dengan tambahan ganja.

Untuk bisa menikmati makanan unik ini, pengunjung harus merogoh kocek setidaknya $500 (Rp 7 juta), itupun masih harus memenuhi peraturan diantaranya batas usia dan kondisi kesehatan para pelanggan restoran.

Berita Populer