Jelang Lebaran, Kawasan Niaga Mulai Diserbu Pembeli

Pengunjung salah satu pertokoan di kawasan niaga Jalan Majapahit tampak berjubel. SMG/Dwy Agus Suaanti

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Jelang hari raya idul fitri,  kawasan niaga di Jalan Majapahit dan Bhayangkara Kota Mojokerto mulai diserbu pengunjung. Warga berbondong-bondong berbelanja untuk pemenuhan kebutuhan lebaran.

Pengunjung seakan tak cemas dengan meningkatnya kasus covid -19 di Kota Mojokerto. Mereka terpantau berjubel tanpa menerapkan physical distancing.

Pantauan Surabaya Pagi, toko-toko pakaian, swalayan dan perhiasan lebih ramai dibanding toko lainnya. Sejumlah toko menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan melakukan pemeriksaan suhu badan dan mewajibkan cuci tangan.

Kendaraan baik roda empat maupun roda dua berjubel di tempat parkir. Jarak parkir pun kelihatan normal. "Sudah semingguan ini mulai rame lagi, mungkin karena sudah mendekati hari raya. Padahal awal puasa kemarin sepi banget," ujar Iswahyudi, juru parkir di salah satu toserba, Jalan Majapahit.

Sementara itu, Arista (43), warga Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Mojokerto ditemui saat berbelanja mengaku terpaksa keluar rumah lantaran butuh belanja baju lebaran buat anak-anaknya. "Yang penting belanja baju lebaran buat anak-anak dulu, biar mereka senang saat lebaran nanti," ujarnya.

Ibu dua anak ini mengaku sudah sebulan jarang keluar rumah. Ia mengaku lebih senang membeli langsung di toko ketimbang berbelanja melalui online.

"Kalau beli langsung lebih leluasa memilih bahan dan ukurannya. Kalau online kadang tidak cocok dengan apa yang ada di gambar," cetusnya.

Terpisah, Badriyah (50), warga Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, mengaku sedikit takut berbelanja di tengah pandemi virus corona. Namun dirinya agak tenang berbelanja karena telah menggunakan masker. "Yang penting kita berhati-hati, tetap pakai masker dan selalu cuci tangan. Untungnya di toko juga disediakan tempat cuci tangan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi pengunjung di pertokoan sangat berjubel. Bahkan tidak ada jarak saat membayar di kasir. "Sebenarnya suruh dikasih jarak. tapi karena ramai jadi berdempetan," pungkasnya. dwy