•   Minggu, 15 September 2019
Surabaya

Jembatan Suramadu Digratiskan, Warga Takut Perawatan tak Maksimal

( words)
Sejumlah pengendara roda empat masuk jembatan Suramadu, Jumat (26/10). Foto : SP/JEMMI


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keputusan Presiden Jokowi untuk membebaskan biaya melewati jembatan Suramadu menuai pro kontra dikalangan masyarakat. Terutama warga Madura dan Surabaya. Dari informasi dilapangan, banyak warga yang mendukung kebijakan Jokowi lantaran membawa dampak baik, namun tak sedikit pula yang mengatakan jika keputusan calon presiden nomor urut 01 itu adalah pencitraan semata yang merugikan warga Surabaya.

Mulyadi, warga Soca, Madura yang juga tinggal di Taman Pondok Indah Surabaya ini mengatakan dirinya sangat terbantu dengan kebijakan tersebut. Sebab, dalam seminggu, Mulyadi bisa pergi pulang sebanyak 4 sampai 5 kali untuk mengirim barang ekspedisi. Kini Mulyadi tak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk melintas jembatan Suramadu.

"Dulu seminggu biasanya saya keluarkan 120 sampai 150 an. Sekarang kan gratis, tentu sebulan bisa hemat Rp 600 ribu mas," kata Mulyadi, Jum’at (26/10/2018) siang.

Mulyadi menambahkan, keputusan tersebut akan berdampak dengan meningkatnya perekonomian warga Madura. Hal tersebut dilihatnya masih banyak warga Madura yang tidak mau pergi langsung ke Surabaya untuk berdagang.

"Kalau dulu kan ndak berani, takut rugi jika dagangannya tidak laku. Kalau sekarang saya yakin pedagang-pedagang di Madura pasti banyak ke Surabaya berjualan secara langsung," tambah Mulyadi.

Hal tersebut pastinya akan berdampak dalam pilpres 2019 nantinya. "Orang madura pasti akan banyak yang milih pak Jokowi nantinya," imbuh Mulyadi.

Hal senada di katakan Faisol, warga asal Bangkalan mengatakan dirinya yang selama ini bekerja di Surabaya, memilih pulang pergi dari Bangkalan ke Surabaya begitu pula sebaliknya. Setiap bulan, Faisol mengeluarkan uang sebesar Rp 900 Ribu untuk perjalanan pulang dan pergi melewati Jembatan Suramadu. "Kalau sekarang saya bisa hemat 900 ribu mas, karena sudah gratis," kata Faisol.

Faisol menambahkan, digratiskannya Jembatan Suramadu akan menambah daya pikat wisatawan yang akan berkunjung ke pulau garam tersebut. Dengan demikian, banyak warga sekitar tempat pariwisata yang mendirikan usaha. "Tentu nanti akan banyak wisatawan yang datang. Dari situ, bisa memberikan efek meningkatnya perekonomian warga sekitar pariwisata mas," tambah Faisol.

Memgenai pemilu 2019 anntinya, Faisol hal tersebut tidak bisa ditentukan dengan digratiskanya jembatan Tol Suramadu. Melainkan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat sekitar. "Kalau soal pilpres, warga sana sesuai hati masing-masing. Kalau pendekatan pak jokowi bisa melekat ke hati warga Madura, pastinya tidal sedikit yang memilihnya kelak," tambah Faisol.

Hal berbeda disampaikan dengan warga asal Soca Amrianton, dikonfirmasi mengenai hal terrsebut, Amri mengatakan meski perekonomian warga madura akan meningkat, akan tetapi tidak semua warga Madura akan memilih Jokowi. Sebab, masyarakat madura sendiri sudah mulai cerdas. Keputusan Jokowi tersebut adalah rencana dari presiden sebelumnya. "Hanya saja sekarang diresmikan oleh Jokowi mas. Itu rencana sudah lama, pasti warga juga tau kalau itu pencitraan politik," kata Amri.

Terpisah, Josan Rosa warga Surabaya mengatakan di gratiskannya jembatan Suramadu memang menguntungkan warga Madura. Terutama para pelaku aksi kejahatan. Jika tak di imbangi pengawasan yang ketat dari aparat kepolisian, tentu hal tersebut akan membawa petaka bagi warga Surbaya. "Itu yang untung pastinya lebih banyak para pelaku aksi kejahatan. Mereka bisa menjual mobil entah kredit macet atau hasil curian ke Madura tanpa di cek STNK," katanya.

Sementara itu, Jainal Abidin warga Surabaya yang tak jauh dari Jembatan mengatakan jika di gratiskannya Jembatan tersebut tidak akan berimbas dengan perekonomian warga Madura. Terutama di sektor Pariwisata. Sebab, banyak wisatawan yang takut dengan tindakan kriminal seperi begal di kawasan Madura. "Seharusnya itu bukan jembatannya yang di gratiskan, tapi keamanan di Madura harus di perketat. Soalnya marak begal disana mas. Mana mau wisatawan kesan kalau keamanannya lemah," kata Jainal Abidin.

Abidin menambahkan, jika di gratiskan, ia beranggapan jika perawatan jembatan akan berkurang yang nantinya bisa menyebabkan jembatan ambruk. "Dulu aja pernah di curi bautnya. Kalau ndak bayar, apakah petugas yang melakukan pengawasan akan tambah masksimal. Kalau ndak maksimal perawatannya bisa-bisa ambruk mas," tambah Abidin.

Terpisah, Humas BPWS (badan pengelolah wilayah suramadu) Faisal Yasir Arifin mengatakan saat dikonfirmasi Surabaya Pagi melalui sambungan ponselnya mengatakan jika digratiskannya jembatan Suromadu tidak akan membuat baik perawat ataupun pengawasa berkurang. Sebab, biaya operasional yang digunakan untuk perawatan berasal dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara). "Kalau perawatan kami pastikan akan sama, tidak berkurang tapi akan ditingkatkan. Untuk biaya operasional akan diberikan dari pemrintah pusat mas," kata Faisal.

Ditanya terkait warga yang takut akan lemahnya pengawasan karena sudah gratis hingga menyebabkan pencurian baut atau lainnya seperti beberapa tahun lalu, Faisal menjelaskan jika kejadian tersebut dipastikan tidak akan terjadi. Sebab, kini BPWS bekerja sama dengan anggota Kopaska dari Armatim untuk melakukan pengawasan. "Itu dulu mas, sekarang kan sudah kerja sama dengan angkata laut. Jadi itu bisa meminimalisir aksi kejahatan para pelaku yang ingin mencuri di jembatan," tutup Faisal. jmi

Berita Populer