•   Rabu, 18 September 2019
Pilpres 2019

JK Khawatirkan Kualitas Debat

( words)
Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Foto: SP/IST


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai keputusan KPU untuk memberikan pertanyaan sebelum debat kepada masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden tak tepat. Pasalnya, jawaban yang akan disampaikan ketika debat tak murni berasal dari paslon, melainkan dari tim sukses.
----
"Kalau itu dibuka duluan berarti yang menjawab tim, padahal yang mau diuji adalah yang bersangkutan pribadi. Jadi kurang pas itu karena (jawabannya) dirapatkan oleh tim, yang pantas jadi wapres (ialah) tim itu dong," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (8/1).
JK mengatakan debat sejatinya penting untuk mengukur sejauh mana pengetahuan capres maupun cawapres dalam menghadapi sejumlah permasalahan. Selain itu, ajang debat juga dapat menjadi penilaian dari publik untuk mengetahui kemampuan paslon yang akan dipilih.
Berkaca dari pengalaman JK mengikuti debat pilpres selama tiga kali, umumnya ia hanya menerima soal tema yang akan diangkat sebelum pelaksanaan debat. "Ya mestinya kalau ingin menilai kemampuan secara pribadi jangan dibuka. Banyak hal yang perlu ditanggapi langsung, agar rakyat punya pilihan yang jelas," ucap JK.
Kendati demikian, JK meminta masing-masing paslon untuk tetap mengikuti KPU terkait aturan debat tersebut. "Ya KPU sudah memutuskan. Tapi secara pribadi saya pikir jawaban itu tidak menandakan jawaban asli," ujarnya.
Pembelaan KPU
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan debat kandidat capres-cawapres tidak akan berjalan datar seperti ujian sekolah. KPU diketahui akan lebih dulu menyampaikan pertanyaan kepada paslon sebelum debat digelar.
Pernyataan itu merespons kritik dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan bocoran soal debat membuat jawaban dari kandidat tidak murni karena sudah dirancang tim sukses.
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan debat kandidat capres-cawapres akan terbagi dua bagian. Selain menjawab pertanyaan dari panelis, kandidat juga akan saling cecar pertanyaan.
"Jadi kita desain ini acara debat menjadi ’lebih debat’, rasanya lebih debat. Sebab empat segmen nanti rasanya lebih debat dan bukan sekadar jawab pertanyaan saja. Nah itu bedanya yah jika orang bandingkan sama ulangan dan ujian, ya beda," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (8/1).
Arief menyampaikan JK tidak perlu khawatir karena debat akan semi terbuka. Dengan format baru ini orisinalitas kandidat masih akan terlihat.
Pasalnya debat akan berlangsung dua arah. Setiap kandidat bakal menjawab dan menggali jawaban dari lawan debat mereka. "Kalau soal ujian itu selesai jawab ya selesai, tapi kalau debat saya tanya kamu kenapa jawab begitu. Terus Anda tanya juga kan kami boleh jawab begini. Nah itulah debatnya, Pak," ujar Arief.
KPU diketahui bakal menggunakan dua format saat debat pilpres perdana pada 17 Januari mendatang, yakni terbuka dan tertutup. Pada format pertanyaan terbuka, KPU mengirimkan pertanyaan kepada para paslon sekitar sepekan sebelum debat dilaksanakan.
Ada 20 pertanyaan namun hanya tiga di antaranya yang akan diajukan saat debat berlangsung.
Putusan KPU ini kemudian mendapat kritik dari sejumlah pihak. Namun tim paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut bahwa ’bocoran’ pertanyaan ini merupakan permintaan dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Erick Kresnadi
Wartawan Surabaya Pagi

Berita Populer