•   Minggu, 5 April 2020
Pilpres 2019

Jokowi Jenguk Bu Ani, Pendukung Prabowo Gelar Munajat 212

( words)
Jokowi disambut SBY saat menengok Ani Yudhoyono di NUH Singapura, Kamis (21/2).


Jaka Sutrisna - Teja Sumantri,
Wartawan Surabaya Pagi.
Di saat Presiden Joko Widodo menjenguk istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di National University Singapore, sejumlah tokoh pendukung Prabowo Subianto menggelar Malam Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2/2019) malam. Ini menguatkan jika acara keagamaan ini kental dengan gerakan politik.
-----
Beberapa tokoh pendukung Prabowo Subianto yang hadir, di antaranya Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ( Zulhas) dan Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. Ada pula anggota tim Badan Pemenangan Nasional (BPN Prabowo-Sandi), seperti Neno Warisman, Novel Bamukmin, dan Munarman. Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketum Partai Gerindra Fadli Zon dan mantan istri Prabowo, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, juga hadir.

Image
Kegiatan yang mengusung tema, "Mengetuk Pintu Langit untuk Keselamatan Agama, Bangsa dan Negara" ini dilaksanakan pada mulai pukul 18.00 sampai 23.00. Selain shalat berjamaah dan shalawat, juga sambutan dari sejumlah tokoh dan doba bersama.
"Kita berharap ini kan doa bersama alim ulama, seluruh masyarakat agar bangsa Indonesia diberikan keberkahan. Pemilunya damai, tapi ingat pemilu damai akan datang ada syaratnya. Nih saya bawa konstitusi pasal 22," kata Zulkifli.
Pantauan di lokasi, banyak dari massa yang membawa serta anggota keluarganya. Tampak begitu banyak orang tua yang membawa anak-anak. Tak hanya itu, tidak sedikit juga lansia yang datang. Perkiraan massa yang hadir di Monas sejauh ini sekitar seribu orang. Begitu banyak pula atribut bertuliskan kalimat tauhid. Baik bendera, bendera, hingga pakaian yang dikenakan para peserta Malam Munajat 212.
Mereka yang datang mengikuti Munajat umumnya membawa kendaraan sendiri lalu diparkir di sekitar Monas. Tak heran, trotoar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur hingga Jalan Kebon Sirih dipenuhi kendaraan bermotor milik massa Malam Munajat 212 yang diparkir.
Akibat acara munajat 212, polisi menutup sejumlah arus lalu lintas di sekitar Monas. Selain itu, Transjakarta pun mengalihkan rute Blok M-Kota. Selain itu, di lokasi, bagi warga yang ingin mengikuti Malam Munajat 212 di Monas harus melewati pengamanan yang ketat. Pintu untuk peserta umum dibuka lewat depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Kericuhan
Sebelum masuk, mereka diperiksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan dari pihak panitia. Pemeriksaan dilakukan secara sederhana. Pengamanan dari panitia hanya mengecek isi tas atau kantong bawaan para peserta. Korek api merupakan jenis barang yang tak diperkenankan dibawa oleh peserta.
Meski begitu, kericuhan mewarnai Malam Munajat 212 di Monas. Seorang pria diamankan ke dalam tenda oleh panitia. Pria tersebut diduga memicu kericuhan.
Pantauan di lokasi kejadian, kericuhan bermula dari sisi sebelah kanan pintu masuk untuk tamu VIP yang terletak di dekat patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat. "Provokator, provokator," demikian terdengar teriakan dari lokasi awal kericuhan.
Menurut keterangan anggota polisi, insiden ini bermula ketika seorang pria yang diduga pencopet dipergoki massa. Mengetahui hal itu, pihak keamanan dari panitia lantas mengerumuni pria tersebut. "Benar tadi karena copet," ujar seorang polisi yang ikut mengendalikan situasi. Setelah pria itu diamankan, kondisi kembali normal.
Gerakan Politik
Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir menilai kegiatan Munajat 212 sangat kental dengan gerakan politik. Apalagi gerakan ini terlihat beberapa tokoh pendukung paslon nomor 02. "Sehingga persepsi publik tidak bisa dihindarkan bahwa Munajat 212 sangat kental dengan gerakan politik karena bertujuan politik pula," kata Wempy, Kamis (21/2/2019) malam.
"Ini bagian dari strategi politik untuk menggalang dukungan dari kelompok simpatisan gerakan 212. Harapannya jelas agar mau memberikan dukungan kepada capres tertentu," sambungnya.
Instrumentasliasi gerakan seperti ini, lanjut Wempy, bisa berbahaya. Karena akan menimbulkan polarisasi dalam masyarakat. Bisa saja terjadi konflik horizontal dalam masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. "Saya berharap bahwa politisi lebih cerdas dalam melakukan penggalangan dukungan dari publik. Gunakan cara-cara yang lebih cerdas yang lebih kepada pendekatan program atau visi dan misi," tegasnya.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid memaklumi jika ada tudingan kegiatan tersebut terdapat unsur politis. "Memang ini tahun politik ya, apa saja bisa dipolitisasi gitu," cetus dia.
Jokowi Jenguk Bu Ani
Sementara itu, Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana Joko Widodo sekitar pukul 16.40 waktu setempat (WS) tiba di National University Singapore (NUH), tempat Ani Yudhoyono dirawat. Kedatangan Capres 01 ini langsung disambut putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan besan, Hatta Rajasa.
Selepas itu, Jokowi dan Iriana menuju lantai 8, tempat dirawatnya Ani Yudhoyono. Di ruang perawatan, Jokowi disambut SBY dan menantunya, Annisa Pohan. “Terima kasih atas kedatangannya Bapak Presiden,” ucap SBY.
Presiden kemudian melihat bu Ani. “Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,” ucap Presiden dalam siaran pers yang diterima redaksi. Setelah itu, Jokowi berbincang-bincang dengan SBY di sebelah ruang perawatan.
Pukul 17.20 WS, Jokowi bersama rombongan terbatas meninggalkan NUH menuju Bandara Udara Internasional Changi Singapura untuk langsung kembali ke Jakarta. n

Berita Populer