Jumlah Pelamar Pendamping PKH 2019 membludak

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kementerian Sosial (Kemensos) membuka rekrutmen SDM program keluarga harapan (PKH) periode tahun 2019. Sebanyak 144.301 pelamar telah mendaftarkan dirinya untuk memperebutkan jabatan Pendamping Sosial, Pendamping Sosial Akses, Administrator Pangkalan Data dan Koordinator Kabupaten Kota.

Dari 144.301 pendaftar hanya 65.178 pendaftar yang masuk verifikasi yang akan memperebutkan 2.500 posisi jabatan. Mereka akan menjalani test ujian tertulis serentak, diantaranya ujian test tulis akan dilakukan di Surabaya dan Malang. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat mengungkapkan, "Untuk tahun ini rekrutmen tenaga PKH sebanyak 2.500, Pendaftar banyak yang fresh graduate dari diploma atau sarjana," ungkapnya.

Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diminta untuk tidak sebatas mencatat dan menfasilitasi penyaluran bantuan. "Tugas yang lebih pokok lagi adalah membina Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi keluarga mandiri. Sehingga kedepannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri," imbuh Harry.

Untuk memastikan jalannya rekrutment PKH dengan baik dibutuhkan beberapa SDM yang baik.Untuk itu dalam proses mengawal test berjalan secara fear, Kementerian melibatkan akademisi dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mereka yang lolos verifikais akan menjalani tes psikologi, dan uji kompetensi. M.O Royani, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos mengatakan, "Untuk Provinsi Jawa Timur ujian pada gelombang pertama akan dilaksanakan di Surabaya dan Malang dengan jumlah perseta sebanyak 406 dan 284 orang," ungkapnya.

Peserta akan mendapatkan ujian psikotes dan uji kopetensi. Seleksi ujian SDM PKH dibagi menjadi tiga gelombang diseluruh Indonesia.Uji test kopetensi dan psikotes dilakukan di Surabaya, Malang, dan 12 kota lainnnya secara nasional akan dilakukan mulai 5 Desember 2019."Mereka yang masuk di PKH adalah yang mendapatkan nilai terbaik diproses psikotes dan uji kompetensi," tandas Royani. Iker