•   Selasa, 15 Oktober 2019
Peristiwa Nusantara

Kadinsos Jatim Terjung Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng

( words)
Kadinsos Jatim, Sukesi memberikan langsung bantuan pada korban gempa Sulteng.


SURABAYAPAGI, Palu- Bencana Tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 telah mengguncang Indonesia bahkan dunia. Masa Tanggap Darurat dari Gubernur Sulteng saat ini mamasuki masa perpanjangan tanggap darurat yang ke-2 dan akan berakhir masa tanggap darurat perpanjangan ini sampai dengan tanggal 26 Oktober 2018.

Pemerintah Provinsi Jatim tidak tinggal diam. Atas arahan Gubernur Jatim, BPBD , Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur langsung mengiri 7 orang ke lokasi gempa pada 30 September lalu. Mereka bertugas untuk pemetaan kebutuhan penyintas.
Posko Peduli Bencana Prov Jawa Timur pun dibuka dan dipusatkan di BPBD Provinsi Jawa Timur. Bantuan mengalir dari seluruh Jawa Timur baik dari OPD Dunia Usaha, relawan dan masyarakat umum. Bantuan didistribusikan secara bertahap.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur membuka Dapur Umum dan layanan dukungan Psikososial dipusatkan di Kecamatan Sindue, Desa Rerotari, Kecalamatan Donggala, seberang Sulteng. Tagana menyediakan 3000 porsi makanan per hari untuk pengungsi.
Selain itu penjangkauan distribusi kebutuhan logistik ke rumah rumah pengungsi yang belum terjamah bantuan. Diantara mereka masih ada yang bertahan di depan rumahnya, di tetangga dekatnya atau di saudaranya yang masih dirasakan aman bangunan rumahnya.
Lalu, pada 23 hingga 24 Oktober, Kepala Dinas Sosial Jatim, Sukesi Ibu bersama Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial serta Kasi Pelindungan Sosial Korban Bencana aAlam menuju Sulteng. Pertama yang dikunjungi adalah masyarakat di perumahan BTN Korpri Petobo Kab. Sigi yang belum mendapat bantuan logistic.
Mereka diantar oleh perkumpulan orang Jawa Timur di Palu Forkamajatrans (Forum komunikasi masyarakat Jawa dan Transmigrasi) Sulten. Di sana, Sukesi menyerahkan bantuan sembako (beras, mie, kopi dan snack) simbolis disampaikan kepada sekitar 50 KK. D
Dilanjutkan kunjungan ke Posko Dinsos dan Tagana Jatim untuk melihat keberadaan 10 relawan tagana Jatim yang sudah sekitar 3 minggu berada di Kecamatan Sindue.
Pada Tagana yang bertugas, Suksesi menyampaikan rasa haru yang mendalam menyaksikan semangat Tagana Jatim dengan segala keterbatasan meninggalkan keluarga yang ditinggalkan. Bahkan ada Tagana Tuban atas nama Tarno pada saat bertugas ayahnya meninggal dunia. Namun dia tetap bertahan bersama pengungsi sampai saat ini.
Hadir pula Kasubdit Tanggap Darurat Kemensos RI, Yan, yang memuji semangat juang Tagana Jatim dan mengakui bahwa Tagana Jatim adalah barometer Tagana Indonesia dan selalu Garda terdepan kemensos apabila terjadi Bencana.
Terlihat juga pendamping PKH setempat, Tagana Kaltim bersama pengungsi menikmati makan siang. Keesokan harinya , Kadinsos Jatim mengunjungi lokasi pasca bencana di Palu dan Sigi. Di kab Sigi kecamatan Biromaru, Kecamatan Sigi, ia sempat menyapa langsung warga yang rumahnya roboh tanpa sisa dan menyaksikan saat terjadinya tsunami. 50 bungkus sembako diserahkan pada warga yang saat itu berkumpul di salah satu rumah korban. Di sini, Sukesi kadis menyampaikan atas nama pemprov Jatim mengucapkan duka yang mendalam.
“Kami berharap korban bisa bersabar ikhlas menerima cobaan ini,” tegas Sukesi sambil engajak mengepal tangan tanda ‘Palu-Sulteng Bangkit’.
Disela sela kunjungannya, Sukes juga mengunjungi posko utama di Dinas Sosial Sulteng dan bertemu Kepala Dinas Sosial. Kadis setempat enyatakan sangat berterima kasih atas bantuan masyarakat Jawa Timur yang luarbiasa baik moril materiil maupun personil. “Dengan dukungan dr seluruh masyarakat Indonesia , masyarakat Palu semangat untuk Bangkit. Sesuai tag mereka PALU-SULTENG BANGKIT,” tegasnya.ar

Berita Populer