•   Senin, 9 Desember 2019
Peristiwa Politik

Kaji Sholah Janji Perjuangkan Perda Pesantren, dan Naikan Gaji Tenaga Honorer

( words)
Kaji Sholahuddin saat memperkenalkan diri dihadapan ribuan hadirin yang hadir dalam Silaturrahim dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2020 yang digelar oleh DPC PKB, di PP Darul Mustaghisin Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Bakal calon bupati Lamongan H. Sholahuddin terus menunjukan komitmen dan keseriusaanya dalam membangun Lamongan kedepan lebih sembodo. Terbaru, pria yang juga seorang santri ini akan memperjuangkan dan mendorong Peraturan Daerah (Perda) Pesantren, dan memanusiakan tenaga honorer dengan menaikan gajinya.

Dua program tersebut disampaikan dihadapan kiai, masyayikh, pengurus NU dan ribuan warga Lamongan yang hadir dalam acara Silaturrahim dan Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2020 yang digelar oleh DPC PKB, di PP Darul Mustaghisin Lamongan pimpinan KH. Masud Majenar, Sabtu (2/10/2019) sore.

Disebutkan olehnya, mendorong dan memperjuangkan Perda Pesantren di Lamongan adalah sesuatu yang harus direalisasikan, karena Lamongan adalah mayoritas warga muslim, dan jumlah Pondok Pesantren juga cukup banyak.

"Jumlah santri yang mondok di Pondok Pesantren (PP) di Lamongan terbanyak dan terbesar nomor satu di Jawa Timur, dan PP nya terbanyak nomor 9," kata Sholahuddin saat memperkenalkan diri dihadapan ribuan masyarakat Lamongan.

Selain itu, dasar yang ia pakai untuk memperjuangkan Perda Pesantren adalah sebagai landasan dasar hukum untuk pembelaan kepada Pesantren, apalagi Pemerintah Pusat sudah mengesahkan UU Pesantren tersebut.

"Sehingga kalau memang daerah itu ingin melakukan yang sama dan ada penekanan- penekanan yang tidak tercantum dalam UU pesantren maka Perda nanti yang perlu melengkapinya," terangnya.

Lebih jauh kata pria yang kini menjabat sebagai Asisten Pribadi (Aspri) wakil presiden RI KH. Ma’ruf Amin, menyebutkan undang undang di pusat yang secara umum penjabaranya pasti menyesuaikan dengan katakter masyarakat di Lamongan.

"Karena UU itu pasti mencangkup secara keseluruhan di Indonesia maka harus di jabarkan dan disesuaikan dengan kondisi - kondisi daerah.
Sebab di setiap daerah pasti punya karakter berbeda," ungkapnya.

Ia lantas mencontohnya begini, di Lamongan ini ternyata secara data jumlah pesantren terbanyak nomer 9 di Nasional. Tapi santrinya terbesar nomer 1 di Jatim. Secara otomatis di Indonesia itu pesantren terbesarnya di Jatim. Kalau di Jatim terbesar nomer 1 di indonesia berarti nomer 1. "Sehingga kita harus hadir di tengah tengah pesantren dan para santri untuk melakukan sesuatu yang positif dan layak bagi para santri," jelasnya.

Sementara untuk guru dan tenaga honorer di dinas -dinas dan lembaga lainnya, Sholahuddin menegaskan, dirinya berkomitmen menaikan gaji yang layak, karena dari yang terimanya saat ini masih jauh dari istilah layak.

Soal komposisi pegawai honorer yang ada di dinas maupun lembaga yang ada. Itu kalau memang perlu dinaikkan tarif hidupnya dan pendapatanya yah harus dinaikan untuk memanusiakan manusia. Ketika kalau ekonomi dan kehidupanya nanti terjamin maka insyaAllah keberkahan akan muncul.

"Kalau mereka bekerja grundel maka keberkahan akan hilang. Maka filosofi itulah yang mendasari saya untuk mendorong agar pegawai honorer bisa sejahtera dan setimpal dengan perjuangan yang mereka lakukan," katanya.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan melihat struktur APBD Nanti akan dilihat dan dihitung dengan penyesuaian APBD itu jangan sampai ada yang tidak terpenuhi. "Tetapi yang pasti saya jamin ada peningkatan, minimal 100 sampai 200 persen dari sekarang yang ada. Kita sesuaikan dengan APBD yang ada," janji Sholah.jir

Berita Populer