Kampung Tangguh Semeru Tonjolkan 3 kebutuhan untuk Masyarakat

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo S.IK bersama Forkopimda Kab Blitar melakukan panen ikan jenis nila Kekar di kolam ikan. SP/les

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Bersamaan dengan kegiatan Panglima TNI dan Kapolri membuka Kampung Tangguh Nusantara di Banten, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo S.IK bersama Forkopimda Kab Blitar melakukan panen ikan jenis nila Kekar di kolam ikan milik Nanang (40) warga setempat, Kamis (9/7).

Karena potensi Perikanan di Kabupaten Blitar yang mencapai 337.000 ton pertahunnya, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan Lumbung Pangan Kampung Tangguh Semeru di desa yang terdampak virus corona (covid-19).

Dalam kegiatan itu dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Kris Bianto SE, Danyon 511 Blitar Letkol Inf G Luky Ariesta, Muspika Kecamatan Wlingi dan OPD Pemkab Blitar.

Dalam sambutannya Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK mengatakan, dengan kemampuan hasil panen ikan jenis nila di satu peternak bisa mencapai 3-4 ton sekali panen.

“Dipastikan kebutuhan lumbung pangan di Kampung Tangguh Semeru bisa tercukupi, bila seluruh peternak ikan di wilayah Kabupaten Blitar bisa panen maksimal,” tutur AKBP Fanani.

Lebih lanjut AKBP Fanani menjelaskan hal ini sesuai dengan program kapolri dalam Kampung Tangguh Semeru, ada 3 ketahanan yang harus diperhatikan yaitu tangguh Kesehatan, tangguh Ekonomi dan tangguh Pangan.

“Untuk tangguh Pangan, merupakan potensi Pertanian, Peternakan dan Hortikultura bisa mencukupi ketahanan pangan dalam kampung tangguh,” jelasnya.

 Selain itu dengan kerjasama semua pihak, baik dari TNI-Polri dan Forkopimda, utamanya masyarakat dengan mematuhi Protokol Kesehatan diharapkan bisa menekan kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar menjadi terendah di Jawa Timur tandas perwira dengan 2 melati di pundak ini sambil mengamini harapanya.

 Bupati Blitar  Rijanto dalam kesempatan yang sama  menyampaikan apresiasi atas panen ikan nila jenis kekar di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Blitar.

 "Termasuk lumbung pangan pada Kampung Tangguh Semeru ini, sehingga kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi,” tandas Bupati Rijanto.

 Untuk di ketahui potensi Perikanan di Kabupaten Blitar cukup besar, setahun bisa mencapai 337.000 ton. Tidak hanya potensi ikan konsumsi seperti Gurami dan Lele saja, tapi ada juga ikan hias seperti ikan Koi dan sebagainya.

"Juga potensi hortikultura dan pertanian, dari total sekitar 7.000 hektar lahan pertanian bisa menghasilkan kedelai, padi dan jagung. Bahkan saat ini sedang panen raya cabai di Kecamatan Wates, yang hasilnya dikirim ke Jakarta dan beberapa daerah lain,” papar mantan Wabup Blitar ini.

Terakhir Rijanto menambahkan dengan tercukupinya ketahanan pangan, diharapkan gizi masyarakat tercukupi sekaligus imunitas meningkat sehingga dapat menekan kasus  Covid-19 di Kabupaten Blitar  pungkasnya, usai kegiatan di Kec Wlingi Bupati Blitar bersama Forkopimda  melanjutkan menanam bibit mangrove dan padi jenis Pertiwi di Desa Bangle Kec Kanigoro.  LeKapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo S.IK bersama Forkopimda Kab Blitar melakukan panen ikan jenis nila Kekar di kolam ikan. Les