•   Kamis, 17 Oktober 2019
Bisnis Makro

Kanwil DJPb Jatim Gelar Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan

( words)
Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W Lingkup Kanwil DJPb Jatim Semester I Tahun Anggaran 2018.


SURABAYAPAGI, Surabaya- Dalam era sekarang ini maka transparansi merupakan hal wajib yang harus dilakukan seluruh pengelolaan kepemerintahan, terlebih lagi pengelolaan keuangan negara. Terkait pengelolaan keuangan negara yang menjadi tolok ukur adalah Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Opini BPK ini dihasilkan setelah audit dilakukan atas laporan keuangan yang disusun oleh Kementerian/Lembaga Negara (LKKL) dan Laporan Keuangan Pemerintah (LKPP). Hal di atas dapat dilaksanakan jika seluruh instrument penyusunan dan terutama SDM yang bertanggungjawab atas penyusunan laporan keuangan betul-betul kredibel.
Penyusunan laporan keuangan pemerintah disusun secara berjenjang dari tingkat satuan kerja (satker) hingga Kementerian/Lembaga. Salah satu upaya untuk menyiapkan laporan keuangan yang benar dan tepat waktu, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur melakukan bimbingan Teknis. Kali ini yang dilaksanakan adalah Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W Lingkup Kanwil DJPb Jatim Semester I Tahun Anggaran 2018.
Kegiatan kali ini dilaksanakan di Aula Gedung Keuangan Negara (GKN)-2 di jalan Dinoyo pada Rabu, 4 Juli 2018 lalu. Acara dibuka oleh Kepala Bidang PAPK, M. E. Septiyono, mewakili KaKanwil DJPb Prov. Jatim, yang diikuti oleh 86 peserta utusan dari 43 UAPPA-W yang ada di Wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Septiyono mengingatkan, peran penting dari UAPPA-W dalam memberikan kontribusi data yang valid dan akurat untuk menyusun laporan keuangan yang akan dikonsolidasikan di level Eselon I K/L yang selajutnya digabungkan di K/L yang akhirnya diserahkan ke Kementrian Keuangan untuk menghasilkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang sesuai standar Akuntasi Pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban APBN. Laporan Keuangan Pemerintah disusun dengan menggunakan aplikasi/IT sehingga dikenal istilah sampah masuk sampah keluar, karena dalam melakukan perekaman setiap transaksi keuangan harus benar-benar dianalisa /verifikasi dsesuai dengan aturan yang ada.
Akhirnya diharapkan bahwa tujuan diadakannya bimtek ini yaitu meningkatkan kapasitas pengelola pertanggungjawaban keuangan negara dan mewujudkan laporan keuangan tingkat UAPPA-W yang akuntabel dapat dicapai. Kapasitas pengelola keuangan yang kompeten maka diharapkan Opini WTP dapat dicapai.
Opini WTP yang diperoleh kementerian atau lembaga negara itu penting karena menjadi tolak ukur dalam hasil sebuah audit. Hal ini karena kinerja keuangan, kinerja operasional, compliance, terkait dengan opini tersebut. Capaian kualifikasi WTP, akan menjadi bagian kepercayaan masyarakat. Dicapainya opini WTP menunjukan bahwa tata kelola pemerintahan akuntabel, prosedurnya bagus sehingga pertanggungjawaban dan akuntabilitasnya bagus.
Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua di tahun 2018 setelah kegiatan serupa dilaksnakan pada awal tahun ini untuk menyusun laporan keuangan yang hasilnya terjadi peningkatan kualitas capaian Opini BPK. Adapun narasumber diambil dari internal bidang PAPK Kanwil DJPb yang kompetensinya sudah teruji dengan pengalaman yang didapat selama bekerja di Ditjen Perbendaharaan.ar

Berita Populer