Karantina Wilayah akan Diberlakukan pada Salah Satu Desa di Jombang

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno. (SP/M. Yusuf)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Salah satu desa yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akan diberlakukan karantina wilayah lantaran meluasnya persebaran Covid-19.

Desa itu yakni Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Jombang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengungkapkan soal rencana karantina wilayah di Desa Plosokerep.

"Karantina wilayah akan dilakukan untuk warga satu RT di desa tersebut. Namun ini masih dalam pembahasan. Karena pemerintah harus mampu menyediakan kebutuhan dasar hidup masyarakat di situ," ungkapnya, kepada jurnalis, Selasa (26/5/2020).

Budi menjelaskan, hal yang mendorong pemerintah untuk melakukan karantina wilayah lantaran ada persebaran kasus Covid-19 di desa tersebut. Nantinya, saat karantina wilayah, semua aktivitas akan dibatasi.

"Ini karena ada kondisi yang tidak normal. Itu bisa dari tingkat penyebaran atau bisa dari jumlah orang yang terpapar. Hal inilah yang menjadi bahan pertimbangan," jelasnya.

Menurut Budi, sejauh ini sudah ada 45 kepala keluarga yang telah diminta untuk menjalani rapid test karena adanya penularan transmisi lokal dari pasien positif Covid-19.

Sementara di tempat terpisah, Kades Plosokerep, Bambang Hermanto menerangkan, bahwa warganya yang dinyatakan positif Covid-19 ada lima orang berdasar hasil swab yang sudah keluar.

"Saat ini lima orang itu sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jombang. Lalu sekitar 40 orang lainnya diminta menjalani rapid test," terangnya.

Bambang menegaskan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jombang dalam melakukan karantina wilayah di desanya.

"Sejauh ini masyarakat sudah melakukan karantina sendiri di rumahnya di wilayah yang terkena musibah itu," pungkasnya.

Perlu diketahui, data perkembangan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jombang yang dirilis melalui website milik Dinkes Jombang pada pukul 15.00 WIB hari ini, secara komulatif sebanyak 41 orang, dari yang sebelumnya sebanyak 39 orang. Artinya, ada penambahan dua pasien terkonfirmasi.suf