•   Kamis, 23 Januari 2020
PERISTIWA

Karyawan PT Sinar Sosro Ancam Demo dan Mogok Kerja Hingga 10 Hari

( words)
Aksi Demo Karyawan PT.Sinar Sosro


SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Aksi Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Mojokerto mendemo pabrik minuman PT Sinar Sosro di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih berlanjut siang ini.
Karyawan pabrik minuman teh tersebut meminta sembilan orang yang dimutasi oleh manajemen diperkerjakan kembali. Jika tuntutan karyawan tidak dipenuhi pihak perusahaan, karyawan mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja sampai 10 hari kedepan.
Setidaknya ada empat tuntutan yang disampaikan ke manajemen terkait aksi tersebut.
Diantaranya pekerjakan kembali sembilan orang di tempat dan posisi semula, membayar seluruh upah dan hak-hak lainnya sembilan orang selama dilarang bekerja, menghentikan intimidasi dalam bentuk apapun terhadap seluruh anggota serikat pekerja SPAI-FSPMI PT Sinar Sosro dan seluruh karyawan.
Serta mengangkat seluruh pekerja outsorching karyawan tetap (PKWT) di perusahaan PT Sinar Sosro. Aksi tersebut dijaga beberapa satpam perusahaan di depan pagar, sementara pihak manajemen belum menemui para pengunjuk rasa.
Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK), Ahmad Abdul Rokim mengatakan memperkerajakan kembali dan gaji ke sembilan orang karyawan selama dua bulan mulai bulan Januari dan Februari 2018 tidak dibayarkan. "Alasan perusahaan karena dimutasi, padahal di UU ketenagakerjaan harus dibayar full tapi tidak diberikan," ungkapnya, Kamis (1/3/2/2018).
Masih kata Rokim, padahal mutasi ke Minahasa yang diberikan ke sembilan karyawan diterima karyawan, namun dengan catatan hidup layak di Minahasa.
Sementara itu, Sekretaris FSPMI, Eka Herawati mengatakan, sebelum melakukan aksi unjuk rasa, sebanyak 50 anggota serikat FSPMI dikumpulkan pihak perusahaan. "Perusahaan mengumpulkan mereka dan meminta agar mengisi surat pernyataan tidak ikut demo," ujarnya.
Eka menambahkan aksi unjuk rasa dilakukan karena ada sembilan karyawan yang merupakan anggota FSPMI dimutasi ke Minahasa, Manado.
Sementara mereka yang tidak dimutasi diintiminasi agar tidak mengikuti aksi dengan meminta mengisi surat pernyataan tidak ikut demo. (bj/cr)

Berita Populer