•   Rabu, 1 April 2020
Peristiwa Kriminal

Kasus Raibnya Uang Pemerintah 1,6 M, 4 Tersangka Berhasil Dibekuk 2 Masih Buron

( words)
4 tersangka pencurian uang pemerintah 1,6 m saat digelandang oleh polisi


SURABAYAPAGI.COM, Medan –Kasus raupnya uang pemerintah sebesar 1,6 miliar telah mencapai titik terang. Polisi telah mengamankan 4 orang pelaku pencurian, satu diantaranya mendapatkan hadiah timah panas di kaki karena mencoba melawan.

Dengan penangkapan mereka, Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di halaman Kantor Gubernur Sumut pada Senin (9/9/2019).


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, dalam kasus ini, polisi menemukan adanya kesamaan dengan kasus yang terjadi di USU, yakni tindak pidana pencurian dengan modus memecah kaca dengan kerugian Rp 150 juta.

Lewat laporan polisi, LP/1506/IX/2019/SPKT SEK MEDAN BARU TANGGAL 06 SEPTEMBER 2019 a.n Pelapor JUNAIDI, SE.


Sementara di parkiran kantor Gubsu, LP/1991/IX YAN 2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN, tanggal 9 September 2019 a.n pelapor MUHAMMAD ALDI BUDIANTO.


Berdasarkan kesamaan tersebut, polisi bergerak cepat guna menangkap pelaku. Dari hasil rekaman CCTV, pelaku yang beroperasi di USU sama dengan pelaku yang beraksi di halaman parkir Pemprov Sumut.

Kerja keras polisi membuahkan hasil dengan penangkapan empat orang, yakni Niksar Sitorus (36) warga Jalan Sigalingging, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Niko Demos Sihombing (41) warga Lintas Duri, Pekanbaru, Kecamatan Bengkalis Riau, Musa Hardianto Sihombing (22) warga Jalan Lintong Nihuta Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Humbahas, dan Indra Haposan Nababan (39) warga Jalan Bringin IX, Kecamatan Medan Helvetia.


Dari 4 orang yang berhasil diamankan, 2 orang merupakan residivis kambuhan atas kasus yang sama yakni pencurian.

Meskipun demikian, selain empat pelaku, masih ada 2 orang pelaku lagi yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Pandiangan dan Tukul.

Saat ini polisi masih mencari keberadaan mereka yang ditengarai bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi.

Berita Populer