•   Jumat, 28 Februari 2020
Bisnis Makro

Kawatir Kelebihan Suplai, Harga Minyak Turun

( words)
Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan, Selasa (24/7/2018).


SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Minyak Brent pada perdagangan Selasa (24/7/2018) turun USD10 sen atau 0,14% menjadi USD72,96 per barel. Sementara harga minyak acuan AS tergerus USD9 sen atau 0,13% ke USD67,80 per barel.
Penurunan harga minyak mentah berlanjut dipicu kekhawatiran risiko kelebihan suplai di pasar minyak global. Sementara, ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diabaikan pelaku pasar.
Sehari sebelumnya, pasar sempat melihat penguatan harga setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan memberi tindakan keras jika Iran kembali mengancam AS.
"Harga minyak memang terdampak oleh perseteruan antara Presiden Trump dan Presiden Iran Rouhani, tapi dampak itu mulai melemah karena para pedagang kemudian lebih mengkhawatirkan masalah kelebihan pasokan," ungkap Kepala Perdagangan untuk APAC di broker OANDA Stephen Innes seperti dikutip Reuters.
Arab Saudi dan produsen besar lainnya meningkatkan output untuk mengimbangi penurunan pasokan yang mungkin terjadi seiring makin dekatnya batas waktu bulan November yang ditetapkan AS bagi negara-negara lain untuk mematuhi sanksi atas penjualan minyak mentah dari Iran.
Sementara itu, persediaan minyak mentah AS di pusat pengiriman di Cushing, Oklahoma, naik dalam empat hari hingga Jumat (20/7) lalu. Namun, menurut para pedagang, pada basis mingguan, stok di hub diperkirakan turun untuk 10 minggu berturut-turut.
Di sisi lain, pasar juga tertekan oleh kekhawatiran tentang dampak kemungkinan melambatnya pertumbuhan ekonomi global serta permintaan energi, akibat perserlisihan dagang antara AS dan sejumlah negara saat ini. sz

Berita Populer