•   Sabtu, 28 Maret 2020
Pilpres 2019

Ke Golkar, Jokowi Disinggung soal Kesenjangan

( words)


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (21/10) kemarin, menghadiri Resepsi dan Puncak HUT Partai Golkar ke-54, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Menariknya, Capres petahana malah dikritik elit Golkar. Selama 4 tahun memimpin, infrastruktur menjadi hal paling menonjol. Namun di balik itu, masih ada kesenjangan sosial.
Hal itu diungkapkan Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. "Banyak kemajuan-kemajuan, kita lihat infrastruktur itu yang paling menonjol di situ," ujar politisi yang akrab disapa Ical itu saat ditemui di Kantor PPK Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (21/10) kemarin.
Meski demikian, bos Bakrie Grup itu mencatat ada sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki oleh Joko Widodo di periode kedua. Jokowi, kata Ical, harus mengevaluasi sejumlah program yang berkaitan dengan kesenjangan sosial, kemiskinan, dan penerapan demokrasi secara utuh.
Mantan ketua umum Golkar yang telah menegaskan akan mengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 itu berharap, Jokowi mampu fokus memperbaiki ketiga sektor tersebut. "Ada yang perlu diperbaiki pada jabatan kedua beliau nanti," sebut Ical.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaporkan hingga tahun 2018 pemerintah telah membangun jalan sepanjang 3.432 kilometer di seluruh Indonesia. Ini termasuk jalan nasional, dan jalan akses menuju perbatasan. Sementara jalan tol yang sudah terbangun dan bisa dilintasi sepanjang 947 kilometer, jembatan 39,8 kilometer, dan jembatan gantung 134 unit.
Kemudian, untuk jalur kereta api, dikatakan sampai tahun ini telah dibuat jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 754,59 kilometer, serta peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta 413,6 kilometer. Ada pula light rail transit di Sumatera Selatan dan Jakarta yang sudah selesai dibangun dan di Jabodebek yang rencananya selesai tahun 2019, sedangkan pembangunan mass rapid transit diharapkan juga rampung tahun depan.
Sementara itu, di jalur perhubungan udara, pemerintah mengatakan telah membangun 10 bandara baru hingga 2018. Di samping itu, dilakukan pula revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi, dan perbatasan. Ada pula pembangunan jembatan udara atau angkutan udara perintis kargo.
Sementara itu, saat menghadairi HUT Partai Golkar yang ke-54, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang santun dan membangun. Apalagi, lanjut Jokowi, di masa-masa pesta demokrasi seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Partai politik harus mampu menunjukkan kepada rakyat bahwa pesta demokrasi itu bukanlah perang demokrasi.
"Di masa-masa pileg dan pilpres kita harus bersama-sama tunjukkan kepada rakyat bahwa yang kita lakukan bukan perang demokrasi, melainkan sebuah perayaan pesta demokrasi. Perayaan yang diisi dengan adu gagasan, adu program, adu ide-ide, adu rekam jejak, adu prestasi. Inilah yang namanya perayaan pesta demokrasi yang benar," katanya.
Dia juga mengatakan, masa-masa politik kebohongan juga harus diakhiri. Tidak ada lagi politik yang merasa paling benar sendiri. "Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya. Pembangunan bangsa untuk menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pembangunan SDM bangsa yang unggul, yang siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga kemajuan Indonesia, kejayaan Indonesia betul-betul dapat terwujud," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi melontarkan candaan di depan kader Partai Golkar. Jokowi mengatakan, seluruh kader Golkar yang hadir adalah lulusan sarjana ilmu politik dengan predikat summa cum laude atau lulus dengan pujian tertinggi. “Semua tokoh Golkar bukan hanya lulus cum laude (dengan pujian), tetapi semuanya lulus summa cum laude. Kalau tidak percaya, tanyakan ke DPR dan DPRD," kata Jokowi disambut tawa para hadirin.
Karena itu, Jokowi sembari bercanda mengatakan, dirinya merasa tidak boleh banyak bicara tentang politik. "Takut salah dan takut keliru, apalagi saya tidak pernah jadi ketua partai. Makanya saya sedikit bicara saja," katanya tersenyum.
Jokowi mengatakan hal itu sebagai pujian kepada Golkar yang telah melahirkan banyak tokoh yang mumpuni. "Pada saat partai lain masih berulang tahun yang keempat, ulang tahun yang kedelapan, ulang tahun yang keenam, partai Golkar sudah berulang tahun yang ke 54," kata dia. n jk/an

Berita Populer