•   Selasa, 22 Oktober 2019
Peristiwa Nusantara

Kekuatan Gempa Sumba Barat M 6,4 Belum Picu Tsunami

( words)
Ilustrasi : Gempa Bumi


SURABAYAPAGI.com - Gempa tektonik yang mengguncang Sumba Barat, Selasa, 22 Januari 2019, akibat subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia. "Tepatnya di zona megathrust," kata Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Gempa terbaru terjadi Selasa, 22 Januari 2019, pukul 12.10.03 WIB. Wilayah Samudera Hindia bagian selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik.

Sebelumnya kekuatan gempa diketahui bermagnitudo 6,7. Hasil analisis pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 6,4.

Episenter gempa terletak pada koordinat 10,59 LS dan 119 BT. "Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 114 kilometer arah barat daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Daryono. Kedalaman sumber gempa atau hiposenter sejauh 15 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia tepat di zona megathrust. Gempa ini, kata Daryono, dapat disebut sebagai gempa interplate karena deformasi batuan terjadi di bidang kontak antarlempeng.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault). "Patut disyukuri karena kekuatannya belum cukup untuk merobek dasar laut sehingga dapat memicu tsunami," kata Daryono.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat dan peta tingkat guncangan menunjukkan guncangan dirasakan di daerah Waingapu, Waikabubak dengan skala intensitas IV MMI, Bima (III- IV MMI), Tambolaka, Sumbawa, Mataram (III MMI), Lombok Barat (II-III MMI), Denpasar (II - III MMI) dan Lombok Utara (II MMI).

Masyarakat Sumba dilaporkan sempat lari berhamburan ke luar rumah karena guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Sejak pukul 06.59 WIB hingga pukul 12.55 WIB wilayah Pulau Sumba, kata Daryono, telah terjadi aktivitas gempa sebanyak 20 kali.

Berita Populer