•   Senin, 16 September 2019
Skandal Properti

Kembali Eksekusi Pengukuran Lahan Kilang, Petugas BPN Tuban Digeruduk Warga

( words)


SURABAYAPAGI.com, Tuban -​Puluhan warga dari Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng menggruduk tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban yang sedang melakukan pengukuran lahan. Selasa, (09/07).

Diketahui bahwa pihak PT. Pertamina dan BPN Tuban kembali mengeksekusi pengukuran tanah yang kali ini di lakukan di Dusun Boro, Desa Wadung, Kecamatan Jenu.

Pengukuran tersebut sontak membuat warga geram karena di nilai seolah para petugas tak menghiraukan proses gugatan penetapan lokasi (Penlok) yang hingga saat ini masih berjalan di Mahkamah Agung.

Dalam penggrudukan itu warga membawa puluhan spanduk bernada protes bertuliskan ’BPN Tidak Punya Malu’, Tolak Kilang Tuban’ dan berbagai poster lainya sebagai sinyal pengusiran paksa petugas yang saat itu masih melakukan aktivitas pengukuran lahan.

Salah satu warga pelaku protes Suharti (52), warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu memperingatkan bahwa pengukuran yang dilakukan petugas sudah melanggar aturan. Karena telah mengerjakan pengukuran sedangkan proses gugatan kasasi belum selesai sehingga harus segera dihentikan.

"Yang kami inginkan, aktivitas pengukuran ini harus dihentikan, sebelum ada landasan dari putusan pengadilan,"

Ia turut menambahkan jika masih ada eksekusi pengukuran lahan dilokasi tersebut, ia dan beberapa warga akan kembali dengan membawa masa aksi dengan jumlah lebih besar.

"Jika BPN dan Pertamina masih bersikukuh melakukan pengukuran lahan sebelum ada putusan, kami juga akan kembali dengan massa yang lebih besar," tandasnya.

Dalam serangkaian aksi protes tersebut bahkan turut menjadikan Aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa TNI) Desa setempat dan Anggota Polisi dari Polsek jenu sebagai bulan- bulanan cemoohan warga karena disinyalir membantu kegiatan pengukuran lahan.

"Anda dari aparat TNI dan Polisi seharusnya tahu proses hukum dan membela rakyat, bukannya membiarkan dan malah seolah mendukung pengukuran lahan ini," teriak salah seorang warga".

Berita Populer