•   Sabtu, 16 November 2019
Internasional

Kembali Salju Turun di Sahara

( words)
Salju turun di Gurun Sahara


Salju mulai jatuh di Sahara pada Minggu 7 Januari 2018 dini hari waktu setempat. Salju dengan cepat mulai menumpuk di atas pasir. Gurun Sahara, titik terpanas di dunia, diguyur salju untuk kali kedua dalam empat dekade terakhir. AIN SEFRA, Yuri kowalsky.
Para fotografer sudah mengambil banyak foto luar biasa dari salju setebal 18 inci (setara setengah meter) yang menyelimuti hamparan pasir di kota kecil gurun Afrika Utara, Ain Sefra, usai badai musim dingin yang tidak biasa.
Kota tersebut belum pernah dilanda salju selama 37 tahun. Penduduk setempat terpana saat melihat salju mulai jatuh di atas bukit pasir merah tersebut.
Fotografer Karim Bouchetata mengatakan, "kami benar-benar terkejut saat kami bangun dan melihat salju. Salju mengguyur sepanjang hari Minggu dan mulai mencair sekitar jam 5 sore," seperti dinukil Mirror, Selasa 9 Januari 2018.
Tahun lalu, kota yang dikenal sebagai "Gerbang Gurun," diguyur salju tebal tak lama setelah Natal. Sejumlah penumpang telantar di bus usai jalanan menjadi licin dan sedingin es. Anak-anak membuat manusia salju, bahkan berlayar di atas bukit pasir.
Sebelum itu, salju terakhir terlihat di Ain Sefra pada 18 Februari 1979, namun badai salju ketika itu hanya berlangsung setengah jam.
Seorang juru bicara Kantor Meteorologi Inggris atau Met Office mencoba menjelaskan fenomena salju di Sahara. "Udara dingin terbawa ke selatan sampai ke Afrika Utara akhir pekan lalu sebagai akibat tekanan tinggi di Eropa."
"Tekanan tinggi berarti cuaca dingin cenderung meluas ke arah selatan," sambungnya.
Ain Sefra, sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, dikelilingi Pegunungan Atlas. Gurun Sahara mencakup sebagian besar Afrika Utara dan telah melewati pergeseran suhu dan kelembaban sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir. Meski Sahara sangat kering, gurun ini diperkirakan akan menjadi hijau kembali sekitar 15.000 tahun mendatang. 06

Berita Populer