•   Jumat, 24 Januari 2020
BUMN

Kementrian BUMN akan Menutup Anak Usaha Garuda Jika Tak Produktif

( words)
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.


SURABAYAPAGI.COM, Kementerian BUMN kali ini sedang melakukan kajian untuk menelaah lebih jauh anak sampai cucu usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Apabila terbukti tidak produktif, maka anak usaha tersebut akan ditutup.

Keputusan itu akan diambil usai Kementerian BUMN mengkaji kinerja kelompok usaha Garuda. "Kami akan review semua. Kalau ada anak usaha yang tidak produktif, ya kami akan tutup lah. Kami lihat terlalu banyak. Ada cicit semua," tegas Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Jumat (13/12).

Mantan dirut Bank Mandiri tersebut mengatakan inti anak usaha Garuda adalah PT GMF AeroAsia Tbk. Entitas anak itu bergerak di bidang perawatan pesawat atau maintenance repair and overhaul (MRO).

Menurutnya, hanya anak perusahaan yang menjadi core business atau inti perseoran Garuda yang nantinya akan dipertahankan. Di antaranya GMF AeroAsia.

"Corenya paling GMF, Aerowisata. Tapi yang lain-lain yang tidak memberikan value dan memberikan cucu kita review," tegas Tiko.

Tidak cuma GMF Aeroasia, Garuda juga memiliki anak-anak usaha lainnya, seperti Citilink Indonesia, Gapura Angkasa, Aerowisata, Sabre Travel Network Indonesia. Tak terkecuali cucu usaha yang namanya sempat membuat Menteri BUMN Erick Thohir tertawa lebar, yakni Garuda Tauberes Indonesia.

Berita Populer