Kesal Sering Diejek, Siswa SMK di Polman Tusuk Adik Kelas hingga Tewas

SURABAYAPAGI.COM, -Seorang siswa di salah satu SMK di Polewali Mandar tewas setelah ditusuk kakak kelasnya. Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Selasa (17/12) malam saat korban dan pelaku tengah nongkrong di taman kota Polman, Sulawesi Selatan.

Korban yang diketahui berinisial U (15) tewas setelah ditusuk pelaku yang merupakan kakak kelasnya R (16).

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur dan melarikan diri ke hutan karena takut akan perlakuan keluarga korban. Setelah bersembunyi selama satu hari di hutan, keesokannya korban menyerahkan diri ke polisi.

Polisi yang menerima informasi dari pelaku kemudian melakukan penjagaan di rumah pelaku yang berjarak hanya 2 kilometer dari rumah korban, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi balas dendam oleh keluarga korban kepada keluarga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Polman Siful Isnaeni mengatakan, kejadian penusukan itu berawal dari keduanya yang terlibat cekcok saat sedang nongkrong bersama. Tanpa diketahui sebab yang jelas, cekcok tersebut berujung pada perkelahian.

Saat berduel, pelaku yang sebelumnya telah membawa senjata tajam jenis badik langsung mengeluarkan senjata itu dan langsung menusuk korban sebanyak 3 kali hingga korban jatuh tersungkur.

Setelah menusuk korban pelaku langsung kabur melarikan diri. Sedangkan warga sekitar yang mengetahui langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, karena luka yang didapat cukup serius akhirnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Sempat terlibat cekcok hingga berbuntut penikaman korban. Memang sempat dilarikan ke rumah sakit tapi tak bisa diselamatkan,” jelas Fardi, salah satu warga setempat.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di desa Pasiang. Keluarga korban histeris begitu jenazah diturunkan dari mobil ambulan. Diketahui korban dan pelaku sama sama warga desa Pasiang

Adapun setelah pelaku diperiksa petugas, ia mengaku nekat menikam korban lantaran kesal kepada korban karena sering diejek oleh korban.

“Puncaknya semalam saat korban dan pelaku bertemu,” ujar Saiful.