Kesepakatan Fase Satu, China Borong Semua Manufaktur AS

SURABAYAPAGI.COM, Washingthon – Kesepakatan yang dilakukan tanggal 15 Januari 2020 sebagai bentuk sedikit terselesainnya perang dagang membuat China yang telah berjanji memborong semua komoditas AS akhirnya menambah pembelian dengan memborong produk manufaktur Negeri Paman Sam itu.

Menurut sumber, China akan memborong tambahan hampir US$ 80 miliar barang-barang manufaktur dari Amerika Serikat (AS) selama dua tahun ke depan. China pun akan menambah pembelian lebih dari US$ 50 miliar pasokan energi.

Ketika kesepakatan dagang fase satu diumumkan pada 13 Desember lalu, pejabat AS mengatakan bahwa China menyetujui pembelian US$ 200 miliar tambahan produk pertanian AS, produk manufaktur, energi, dan jasa dalam dua tahun ke depan dari angka basis 2017.

Meski angka-angka kesepakatan muncul, sumber tersebut menyatakan keraguan atas janji pembelian barang-barang manufaktur. Kesepakatan perdagangan AS-China tidak membahas hambatan non-tarif yang telah membuat barang-barang AS ini keluar dari pasar China selama beberapa dekade, termasuk aturan pengadaan, produk standar dan subsidi untuk perusahaan milik negara China.

Dengan penjualan mobil China yang lesu dan kelebihan kapasitas perakitan dalam negeri yang meningkat, sulit untuk melihat perlunya China membeli lebih banyak mobil buatan AS. Di antara kendaraan buatan AS yang paling populer yang dijual di China adalah kendaraan sport BMW dan Mercedes-Benz.

China juga memiliki tujuan untuk mendominasi manufaktur pada beberapa sektor yang akan ditambah impornya dari AS. Ini juga memicu skeptisisme.

Banyak ahli ekonomi dan pakar meragukan bahwa perjanjian perdagangan fase satu akan diimplementasikan seperti yang tertulis meskipun pejabat AS menyebut ada klausa penegakan penting dalam kesepakatan.

Mekanisme penegakan tersebut memungkinkan penyampaian keluhan melalui konsultasi yang akan mencapai Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer.

Jika klaim AS atas ketidakpatuhan China tidak dapat diselesaikan, AS akan memiliki hak untuk memberlakukan kembali tarif atas barang-barang China sesuai dengan kerusakan ekonomi yang dituduhkan. Tetapi tidak ada yang menghalangi China untuk membalas. Ini akan mengembalikan kedua belah pihak ke status quo seperti sekarang.

Lighthizer pada hari Senin menyebut kesepakatan itu langkah besar ke depan untuk hubungan perdagangan AS-China. "Kesepakatan yang benar-benar bagus untuk Amerika Serikat," kata Lighthizer seperti dikutip Reuters. Dia mengatakan kepada Fox Business Network bahwa kepatuhan China akan diawasi dengan ketat.