•   Kamis, 12 Desember 2019
Ekonomi China

Kesepakatan Perang Dagang Tersandung Bleid Tarif

( words)
Presiden AS Donald Trump SP/Klta


SURABAYAPAGI.COM -Beberapa waktu lalu, China sempat mengajukan pembebasan tarif, dan bahkan Pimpinan produsen semikonduktor milik pemerintah China Tsinghua Unigroup Ltd meminta perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk berbuat lebih baik dalam upaya mengatasi ketegangan teknologi China-Amerika Serikat karena mereka diuntungkan dari pasar China.

Namun, Trump tidak setuju AS menarik lagi tarif impor sebagai bagian kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan China.

Pernyataan Trump ini memicu keraguan baru tentang kapan dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu dapat mengakhiri perang dagang yang sudah berlangsung 16 bulan dan memperlambat pertumbuhan global tersebut.

Trump yang telah berulang kali menggambarkan dirinya sebagai "Tariff Man"- mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa ia tidak setuju mengurangi tarif impor yang sudah diberlakukan.

"China ingin mendapatkan sedikit kemunduran, bukan kemunduran total," karena mereka tahu saya tidak akan melakukannya, "kata Trump.

Trump juga mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China, jika selesai, akan ditandatangani di Amerika Serikat. "Dengan asumsi kita mendapatkannya ... itu bisa saja di Iowa atau negara pertanian atau tempat seperti itu. Itu akan ada di negara kami,” tandas Trump.

Sebagai informasi, baru-baru ini China dan AS sepakat untuk menurunkan tarif sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase satu yang tertunda. Para negosiator China sebelumnya meminta keringanan dari tarif yang akan ditetapkan sebesar 25% untuk kelompok barang, termasuk semikonduktor.

Berita Populer