•   Selasa, 21 Januari 2020
Surabaya

Ketua DPRD Surabaya Tinjau Lokasi Ambles

( words)
Ketua DPRD Surabaya Armuji meninjau langsung lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (19/12/2018).


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Armuji meninjau langsung lokasi kejadian amblesnya Jalan Raya Gubeng yang terjadi pada pukul 21.10 Wib, Selasa (18/12) malam. Terkait amblesnya jalan itu, Armuji mengindikasi adanya kejanggalan di perizinan perluasan basement parkir Rumah Sakit (RS) Siloam.
Armuji yang biasa disapa Cak Ji ini mengatakan, prosedur pembangunan basement parkir yang memiliki satu hingga dua lantai membutuhkan waktu perizinan selama satu tahun lebih. Sedangkan pembangunan proyek basement Rumah Sakit Siloam terjadi sangat singkat.
Armuji menduga adanya permainan perizinan dalam pembangunan proyek tersebut. Menurutnya proses mulai memasukkan berkas perizinan hingga dikeluarkannya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini sangat tidak wajar.
“Ini perizinannya sulapan, jadi tim konstruksi dan struktur bangunan biasanya melakukan beberapa kali survey agar tidak terjadi insiden seperti ini. Kalau saya nilai, sampai terjadi seperti ini kan tidak wajar,” ungkap Armuji, Rabu (19/12).
Dari peristiwa tersebut, Cak Ji menegaskan, DPRD Kota Surabaya akan mengusut tuntas beberapa pihak yang terkait dengan proyek pembangunan basement tersebut. Dia akan melakukan tindak tegas memanggil kontraktor, konsultan perencanaan proyek, pengawas pemerintah kota, dan juga termasuk pemberi izin pembangunan proyek.
“Jadi nanti ada dua orang pengawas yang saya panggil, ada pengawas perencanaan, dan pengawas pemerintah kota yang mengeluarkan izin. Kan harusnya sudah ada gambar perencanaanya, kenapa bisa sampai terjadi longsor seperti ini. Artinya ini ada keteledoran yang cukup luar biasa dari pemkot,” tegasnya.
Dalam hal ini, dirinya meragukan kinerja pemkot dalam pembangunan proyek serupa. Seperti pembangunan basement Gedung Balai Pemuda yang berdampingan langsung dengan Gedung DPRD Kota Surabaya. “Itu kan sekarang pekerjaan yang di kantor saya, juga sedang membangun basement. Jika tidak serius, akan mengalami hal seperti ini juga. itu kan juga pekerjaanya pemkot,” jelasnya.
Cak Ji menambahkan, kejadian tersebut harus dijadikan evaluasi bagi pemerintah kota. Meskipun proyek tersebut adalah bagian dari bisnis, harus ada prosedur yang sesuai dengan administrasi.
Selain itu Cak Ji menuding, amblesnya Jalan Raya Gubeng ini adalah kejadian yang sangat memalukan bagi pemkot. Selain itu ia juga menyayangkan, dari kejadian itu mengakibatkan terhambatnya aktifitas sebagian masyarakat kota Surabaya dan merugikan beberapa bangunan disekitarnya.
“Mereka ini sebetulnya takut, mereka dirugikan karena tidak bisa melewati jalan ini. Belum lagi ini ada rumah warga dan gedung perusahaan, kasihan mereka ini tidak berani menuntut. Kontraktornya ini juga harus tanggung jawab,” tandasnya. (Adv/Alq)

Berita Populer