•   Senin, 20 Januari 2020
Korupsi

Ketua PPP Jatim Diperiksa Terkait Rommy

( words)
Musyaffa Noer dan Rommahurmuziy


SURABAYAPAGI.com - KPK memanggil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur, Musyaffa Noer, yang juga anggota DPRD Jatim sebagai saksi dalam perkara kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019. Dalam kasus ini, mantan Ketum PPP Romahurmuziy dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
"Saksi Musyaffa Noer diperiksa untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (6/5/2019).
Musyaffa sebelumnya pernah dipanggil KPK. Namun, ia tidak memenuhi panggilan KPK pada 25 Maret lalu. Selain Musyaffa, KPK juga memanggil Gugus Joko Waskito, staf ahli Menteri Agama dalam perkara yang sama.
Terkait perkara ini, KPK juga menyatakan tengah menyiapkan tanggapan untuk menghadapi praperadilan tersangka Romahurmuziy. KPK tengah mencermati poin permohonan yang diajukan Romi.
Kemarin (6/5), sidang praperadilan atas penetapan tersangka terhadap Romi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam persidangan, Romi melalui kuasa hukumnya Maqdir Ismail menyatakan penetapan pihaknya sebagai tersangka tidak sah sesuai undang-undang.
"Biro hukum KPK sedang mencermati poin permohonan praperadilan dari tersangka RMY tersebut," ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati.
Yuyuk menambahkan KPK dalam mencermati permohonan tersebut juga sekaligus mempersiapkan tanggapan pihak KPK yang akan disampaikan pada sidang lanjutan hari ini (7/5). "Agenda sidang selanjutnya adalah sidang pengajuan jawaban oleh termohon yang akan dilaksanakan tanggal 7 Mei 2019," ucapnya.
Maqdir, sebelumnya menyampaikan sejumlah poin yang dinilai janggal dalam melakukan penangkapan hingga penahanan terhadap Romi. Menurut dia, KPK telah melakukan penyadapan terhadap Romi sebelum penyelidikan dilakukan sehingga hal itu dinilai dilakukan tanpa adanya dasar tindakan ataupun dugaan tindakan pidana.
"Termohon telah melakukan penyadapan tidak menurut hukum dan telah menyalahgunakan kewenangan secara semena-mena yaitu melakukan penyadapan secara ilegal," katanya.
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. n

Berita Populer