•   Rabu, 22 Januari 2020
Internasional

Keuangan Emiten Jadi Katalis Positif

( words)
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)


SURABAYA PAGI, Jakarta - Dari sisi dalam negeri sejumlah faktor bakal mempengaruhi seperti pertemuan IMF di Bali pada Oktober mendatang. Ini akan menguatkan posisi Indonesia di mata internasionak sebagai negara yang ramah investasi.

Banyaknya perusahaan yang akan merilis laporan keuangan bakal menjadi katalis positif indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini.

Bank Indonesia menyebut nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa hari terakhir bergerak pada rentang Rp13.700 sampai Rp13.800 per dolar AS, sudah berada di bawah nilai fundamentalnya, dan sudah berlebihan.

Sentimen lain adalah proyek LRT Jabodebek sudah diizinkan melanjutkan lagi konstruksi layang setelah lulus evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi. Pemerintah sempat menyetop sementara konstruksi layang semua proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

"Sentimen di atas meski terbilang terbatas untuk mendorong IHSG, namun dukungan bagi indeks ini hanya dapat ditopang sentimen laporan laba perusahaan yang akan banyak rilis dalam pekan ini," tulis PT Valbury Sekuritas Indonesia dalam riset harian.

Adapun, sentimen dari luar negeri adalah Presdien AS Donald Trump yang mengatakan akan mengenakan tarif 25% untuk produk impor baja dan 10% untuk aluminium guna melindungi industri AS.

Berbicara mengenai penerapan tarif baja dan aluminium, membuat Kepala Pusat Perdagangan Internasional (ITC) bergabung dengan direktur jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kekhawatirannya tentang potensi perang dagang. Kebijakan Trump ini mendapat protes keras dari pemerintahannya sendiri.jk

Berita Populer