•   Jumat, 13 Desember 2019
Pilgub2018

Khofifah, Berkomitmen Lanjutkan Jatimnomics-nya Pak De Karwo

( words)
Catatan Politik oleh H. Tatang Istiawan, Wartawan Surabaya Pagi


Siapa Gubernur Jatim yang bisa me nsejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya secara berkeadilan Sosial Pasca Gubernur Pak De Karwo (3)

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Calon Gubernur yang cerdas, tahu bahwa membangun suatu daerah yang berkembang, tidak bisa tanpa melibatkan segala macam elemen masyarakat, swasta dan pemerintah. Tentu dengan mengelaborasikan dan memadukan tuntutan berbagai elemen di daerah.
Pola semacam ini termuat dalam rencana pembangunan daerah selama periode tertentu, seperti dalam dokumen RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), Renstra (Rencana Strategi), Renja (Rencana Kerja), atau dokumen sejenisnya. Dokumen perencanaan seperti ini acapkali digunakan oleh pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya selama 5 tahun.
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang pada pasal 45 ayat (2.g) dinyatakan bahwa dokumen persyaratan meliputi: naskah visi, misi, dan program Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota”. (Pasal (1))
Begitu pula dengan pasal 68 ayat (4) yang berbunyi: Materi debat adalah visi, misi, dan program Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota dalam rangka: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
Memajukan daerah; Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat; Menyelesaikan persoalan daerah;Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan Nasional; dan Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kebangsaan.
Dalam beberapa pilkada sebelumnya, visi misi para calon kepala daerah dipasang di baleho, pamflet, stiker, media massa maupun media eletronik. Tapi sampai minggu ke-3 bulan Maret ini, saya belum melihat di Surabaya. Padahal pemasangan seperti ini punya tujuan yaitu mempublikasikan rencana pembangunan jika Khofifah atau Gus Ipul terpilih sebagai Gubernur Jatim.
Dan tidak jarang isi (content) dari visi misi para calon hampir sama artinya kata-katanya saja yang beda tetapi subtansinya persis sama misalnya Pasangan satu ada yang visinya “Terwujudnya Masyarakat Yang Sejahtera” dan pasangan Calon Lainnya, visinya “Meningkatkan Kemakmuran Rakyat”. Secara redaksi kalimat nampak beda tetapi subtansinya sama tentang pembangunan yang mengarah pada peningkatan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, jasmani dan rohani masyarakat. Sejauh ini, visi misi mereka saya amati masih terlalu umum dan muluk-muluk sehingga terkesan dibuat asal-asalan, bahkan ada yang beranggapan siswa SMK pun bisa mengatakan “Sejahtera dan Makmur”.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Saya tahu, Khofifah pernah menyampaikan gagasan-gagasan ekonomi-politiknya untuk membangun Jawa Timur di depan Gubernur Jatim yang sekarang di kantor DPD Partai Demokrat Jl. Kertajaya Indah Surabaya.

Mantan Mensos Kabinet kerja Jokowi ini menyampaikan 9 program yang diberi nama Nawa Bakti Satya. Program ini sepertinya mengadopsi program Presiden Joko Widodo Nawa Cita. Program ini didesain oleh tim Khofifah-Emil Elestianto Dardak untuk menjadikan Jawa Timur lebih sejahtera dan mulia.
Menurut Khofifah, visi misinya ada sembilan area strategis yang akan dikerjakan secara bersama-sama. "Membangun partnership, itu sesuai dengan tagline kita Kerja Bersama. Tentu partnership menuju kemuliaan, mulia di mata masyarakat, mulia di mata bangsa-bangsa lain, dan mulia di hadapan Allah," kata Khofifah, akhir Januari 2018.
Khofifah juga memuji capaian prestasi yang sudah disumbangkan Dr. Soekarwo, selama dua periode memimpin Jawa Timur. Sehingga, Khofifah, menyatakan kedatangannya bersama tim ke kantor Partai Demokrat, untuk 'ngaji' ke Pak De Karwo dalam memenuhi Program Nawa Bakti Satya.
Sementara itu, Ketua Tim Sembilan, KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) menegaskan penyusunan visi-misi paslon nomor 1, juga membahas materi kampanye.
Sedangkqn juru bicata tim pemenangan Khofifah-Emil, Khusnul Khuluq menjelaskan bahwa prioritas program yang akan dikampanyekan Khoififah pada Pilgub Jatim nanti yaitu persoalan kesejahteraan. Gagasan ini dibuat mengingat jumlah masyarakat miskin di Jawa Timur masih cukup banyak.“Bu Khofifah punya formula untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejehtaraan di Jatim sehingga menjadi prioritas,” kata Khuluq.
Pujian yang sama juga dilontarkan Soekarwo kepada mantan Menteri Sosial. "Bu Khofifah ini, saya tahu, orangnya pintar, lebih pintar dari saya, beliau bisa lebih detil soal bagaimana membenahi Jawa Timur," puji politikus akrab disapa Pakde Karwo ini.
Soekarwo pernah menitipkan Pulau Madura yang saat ini tengah melakukan penataan ekonominya, termasuk di bidang pendidikan. "Saya titip Madura, karena saat ini masyarakat di sana sedang dalam proses pembangunan," kata Soekarwo.
Pasangan Khofifah-Emil bertekad akan melanjutkan kebijakan yang sudah dibangun Pakde Karwo. Sebagai Ketua DPD Demokrat, Pakde Karwo juga ikut memberikan masukan dalam perumusan visi dan misi Khofifah-Emil.
"Kami pasangan calon yang melanjutkan tongkat estafet dari Pakde Karwo. Oleh karena itu, Visi misi kami melanjutkan Jatimnomics," tegas Khofifah.
Penegasan Paslon Khofifah-Emil yang meneruskan visi-misi Gubernur Jatim sekarang tentang Jatimnomics, menurut saya merupakan sikap kenegarawan Khofifah-emil. Artinya ia bertekad akan membangun provinsi Jatim secara berkelanjutan.
Tekad Khofifah dan Emil, yang sama-sama berpendidikan S3 dan S2 di luar negeri ini sepertinya sadar bahwa visi misi daerah sebenarnya sudah direncanakan sesuai dengan hasil Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Daerah.
Dan dokumen perencanaan ini tertuang dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) yang berlaku selama 20 tahun kedepan, RPJPD merupakan dokumen yang berisi tentang visi misi, dan arah pembangunan jangka panjang daerah serta proses penyusunannya dilakukan secara partisipatif agar menjadi acuan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah setiap jangka waktu 5 (lima) tahun. Oleh karena itu, baik Khofifah maupun Gus Ipul, saat ini hanya fokus membuat konsep pembangunan selama 5 tahun ke depan. Visi-misinya disesuaikan dengan RPJPD sehingga bisa lebih realistis dan menyentuh pada kebutuhan rakyat Jawa Timur.
Hal seperti ini yang menjadi tanda-tanya besar, Khofifah dan Emil, yang belum pernah menjadi Cagub Jatim, tahu tentang hakikat visi-misi sebuah provinsi. Maka itu, dalam visi-misinya, paslon nomor satu ini meneruskan visi-misi Provinsi Jatim 20 tahun sejak tahun 2008, saat pemilihan Gubernur secara langsung pertama dimulai di Indonesia.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Menggunakan tolok ukur cita-cita kemerdekaan RI 1945 dan tuntutan generasi ke generasi, menurut saya, program kerja pembangunan para kandidat harusnya dapat diproyeksikan dengan perencanaan capaian target sesuai dengan potensi daerah. Dan prioritas utamanya adalah Bidang Ekonomi. Dan ini tergambar lebih jelas dalam visi misi Khofifah-Emil, ketimbang visi-misi Gus Ipul-puti. Dalam bidang ini, tampaknya Khofifah membuat visi-misi terkait target pertumbuhan ekonomi yang akan ditargetkan setiap tahunnya. Bahkan Khofifah membuat target lapangan pekerjaan yang akan dibuka setiap tahunnya. Termasuk predikei jumlah pengangguran yang akan dikurangi setiap tahunnya, hingga pengurangan jumlah warga miskin setiap tahunnya. Untuk merealisasikan visi-misinya kelak, Khofifah berjanji akan menggandeng berbagai pakar atau ahli di masing-masing bidang. Terutama untuk menavigasi berbagai programnya.
Misal untuk menajamkan vokasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), supaya "matching" dengan kebutuhan dunia kerja, Khofifah mengajak beberapa kenalannya yang telah berpengalaman membangun "channel" magang di dalam maupun luar negeri."Begitu juga untuk lebih menajamkan pelayanan kesehatan rumah sakit di Jawa Timur sebagai "Top Referal" dari layanan masyarakat Indonesia Timur, Khofifah bertekad mengumpulkan para ahli di bidangnya untuk menyiapkan aparat medik agar siap mendedikasikan dirinya dari sekadar melayani masyarakat Jatim.
Di pemberdayaan Usaha Kecil Menengah atau UKM juga begitu, Khofifah akan meminta masukan dari banyak pakar agar produk-produk UKM Jatim bisa lebih tahan lama di pasaran.
Dengan penyusunan program kerja dan proyeksi perencanaan pembangunan lima tahunan yang disusun Khofifah dan Gus Ipul, memudahkan bagi rakyat untuk membedakan kualitas kepemimpinan Khofifah dengqn Gus Ipul.
Menurut saya, dengan membaca, membandingkan dan mencermati visi-misi Khofifah dan Gus Ipul, Anda sebagai calon pemilih, dapat menentukan calon Gubernur Jatim yang cerdas, teliti dan paham tentang arah pembangunan selama 5 tahun ke depan. Dari visi-misi dua paslon Gubernur Jatim ini menurut akal sehat saya, sudah ada titik terang visi-misi siapa yang dibutuhkan ( need) oleh rakyat Jatim dan mana yang sekedar keinginan ( want) paslon atau cerita-cerita ilusi atau utopia yang tidak akan pernah terealisasi dalam jangka waktu 5 tahun masa jabatannya. Setelah saya baca dan diskusikan dengan sejumlah akademisi, visi misi Khofifah cenderung menukik pada program kerja dan proyeksi perencanaan pembangunan provinsi Jatim selama 5 tahun. Terutama untuk menjawab permasalahan Jawa Timur secara rinci dan jelas, dibandingkan visi misi yang dibuat Gus Ipul dan pasangannya yang sekarang, Puti Guntur Soekarno. Ini karena Khofifah, mau “ngaji” dulu ke Pak De. Padahal, dua kali menjadi rival. Sementara Gus Ipul, meski dua periode mendampingi Pak De, sebagai cawagub, dalam visi misinya tak mengangkat konsep ekonomi Jatimnomics yang bila ditelaah lebih mendalam merupakan jihad ekonomi dari seorang Gubernur. (tatangistiawan@gmail.com, bersambung)

Berita Populer