•   Kamis, 2 April 2020
Peristiwa Nusantara

Khofifah Bikin Cetar

( words)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (tengah) dan istrinya Arumi Bacshin (kanan) disambut ribuan warga ketika diarak menuju gedung negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/2/2019).


Hari Pertama Langsung Rapat Bareng Emil Dardak sampai Subuh. Khofifah-Emil juga Dielu-elukan di Sepanjang Jalan Menuju Grahadi

Riko Abdiono – Solehan Arif,
Tim Wartawan Surabaya Pagi.
Nuansa perubahan luar biasa dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestiano Dardak di hari pertamanya bekerja. Sejak siang, arak-arakan hasil pemenang Pilgub Juli 2018 lalu itu, memadati jalanan Surabaya. Mulai dari Bandara Juanda, lalu ke Siwalankerto tempat deklarasi pertama kali maju, Masjid Al Akbar Surabaya, Tugu Pahlawan hingga berakhir di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/2/2019) petang kemarin. Tak hanya itu, Khofifah mencanangkan konsep “Cetar” (cepat layanan, efektif, tanggap dan responsif) untuk mengukur kinerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menariknya, sebutan ‘Cetar’ sendiri sempat dipopulerkan artis Syahrini.
-------------
Pasangan Gubernur dan Wagub Jatim 2019-2024 itu diarak menggunakan Kereta Kencana Garuda dengan diiringi musik Daulat Daul Pamekasan. Kereta kencana itu datangnya dari Komunitas Seni Putra Shinhaji (Pushin). Khofifah menaiki kereta Kencana itu ditemani keempat putra-putrinya, sedangkan Emil didampingi istrinya, Arum Bachsin yang dikenal sebagai artis.
Kereta kencana garuda itu menunggu Khofifah dan Emil untuk prepare mengganti kostum di depan Hotel Majapahit Jl. Tunjungan No.65, Surabaya. Sebelumnya, Khofifah dan Emil diarak dengan mengendarai mobil jeep dari Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Setelah berganti naik kereta kencana garuda, Khofifah-Emil bergerak menuju Gedung Negara Grahadi. Sepanjang jalan teriakan ribuan pelajar Jatim bergemuruh menyanyikan yel-yel "Selamat Datang".
“Saya ke Grahadi ini dikenalkan oleh Pakde Karwo (Gubernur Jatim sebelumnya H. Soekarwo, red), Alhamdulillah proses tongkat estafet untuk membangun Jawa Timur akan kita teruskan,” kata Khofifah di Grahadi.
Suasana di Grahadi pun berubah total dari biasanya yang terkesan formal. Kemarin, Grahadi sudah mirip rumah rakyat. Masuk ke halaman Grahadi sudah terlihat ribuan rakyat Jawa Timur berkumpul. Lengkap dengan deretan kuliner khas Jawa Timur di sisi kanan dan kiri halaman Grahadi.
Begitu juga di ruang utama, ratusan ulama, santri dan tokoh masyarakat Jawa Timur berkumpul menyambut Khofifah-Emil masuk gedung Grahadi. Bedanya, jika biasanya orang masuk ke grahadi menggunakan sepatu mengkilap, kali ini harus lepas sepatu. Karena mulai dari teras sampai bagian dalam ruang grahadi dipasang karpet.
“Ibunya mau suasana Grahadi seperti rumahnya rakyat, semua boleh masuk, duduk dan saling bersilaturahim, tanpa ada batasan pejabat atau bukan,” ungkap salah satu pejabat Pemprov Jatim yang tak mau disebut namanya.
Jargon CETaR
Sebelum ke Grahadi, Khofifah-Emil melalukan pidato kerakyatan di Tugu Pahlawan di depan ribuan masyarakat yang sudah memadati lapangan sejak siang hingga sore. Khofifah menyampaikan terima kasih bahwa masyarakat Jatim telah melakukan proses demokrasi pada Pilgub Jatim 2018 lalu. “Kami berdua adalah warga Jatim yang siap melayani panjenengan semua, kami punya Nawa Bhakti Satya, sembilan program yang kita ingin bhaktikan untuk memulyakan masyarakat Jatim,” kata Khofifah.
Sebagai pemimpin baru, pihaknya ingin para petani, para nelayan mulia keluarganya, para guru-guru termasuk saudara – saudara teman-teman Gojek mulia hidupnya, mulia keluarganya. “Seluruh warga Jatim, kami ingin menyampaikan pada sore hari ini bahwa saya dan Mas Emil siap melayani panjenengan semuanya,” sebutnya.
Bagiamana cara membuktikanya? Lanjut Khofifah, dirinya ingin memeras Nawa Bhakti Satya menjadi CETAR. Menurut mantan Menteri Sosial ini, kata Cetar diartikan dengan masing-masing hurufnya untuk membuat Jawa Timur menjadi wilayah yang sesuai dengan apa yang diimpikan dan diharapkan masyarakatnya.
"Seperti huruf C yang artinya Cepat. Kami berdua dengan Mas Emil ingin pelayanan Pemerintah Jatim ke depannya harus cepat di semua instansi," terang Khofifah.
Kemudian, huruf E diartikan Efektif dan Efisien, yakni seluruh penyelenggaraan pemerintah Jatim harus mengacu pada keefektifan serta efesiensi, agar tidak ada penyalahgunaan uang negara, dan sasarnnya tepat kepada siapa program diajukan.
Sedangkan huruf T dan A digabung dan diartikan dengan kata “Tanggap” serta “Transparasi”, yakni seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim harus tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya, dan pengelolaan keuangannya harus transparan untuk kebaikan masa depan masyarakat. “Transparansi adalah menjadi bagian yang kami ingin sampaikan kepada rakyat Jatim. Duit Pemprov berapa, dipakai untuk apa, manfaatnya untuk siapa dan masa depan anak-anak di Jatim dapat harapan seperti apa,” papar Khofifah.
"Yang terakhir adalah huruf R, kami artikan sebagai Responsif. Seluruh jajaran Pemprov Jatim kami semua akan menjadi bagian yang berharap bisa memberikan respon cepat pada berbagai layanan-layanan yang harus kami lakukan untuk percepatan kesejahteraan, kemakmuran kepada masyarakat Jatim,” lanjut wanita asli Arek Suroboyo ini.
Program Gus Ipul
Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti). “Beliau berdua dengan besar hati Mbak Puti ke rumah saya dan dengan besar hati Gus Ipul ke rumah, maka pada saat ini kami ingin menyampaikan program-program yang sudah dirumuskan oleh Gus Ipul-Mbak Puti. Saya dan Mas Emil sudah ijin untuk kita akomodir di dalam program membangun Jatim 5 tahun yang akan datang,” sebutnya.
Di antara program yang akan diadopsi adalah penerapan sistem teknologi ke desa-desa di semua wilayah Jawa Timur untuk mendorong kemajuan desa, atau dikenal dengan program Desa Cemara. Desa Cemara ini berarti desa cerdas maju dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Ketua Muslimat NU ini menyampaikan mudah-mudahan yang sekarang SMA/SMA bisasekolah setinggi-tingginya, relawan-relawan terima kasih. “Kita membutuhkan kerja bersama karena memang kita tidak bisa membangun Jatim sendirian. “Hari kita berada di Tugu Pahlawan, artinya bahwa hari ini saya dan Pak Emil siap berjuang bersama panjenengan. Kata Gus Dur, siapa yang hidup harus siap berjuang. Setiap perjuangan butuh pengorbanan, setiap pengorbanan besar pahalanya,” pungkasnya.
Rapat hingga Subuh
Sementara itu Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak memuji semangat Gubernur Khofifah. “Semalam kita langsung rapat sampai jam setengah tiga pagi, tidak apa apa, justru ini semangat buat saya, untuk bersama sama bekerja keras buat rakyat Jawa Timur,” ungkap Emil.
Khofifah, di mata Emil, bukan sekedar akan melanjutkan aset pembangunan yang telah dirintis Soekarwo. Namun sesegera mungkin mempercepat pembangunan Jatim menjadi lebih baik lagi. "Kalau ibaratnya mobil, Bu Khofifah bukan cuma nyetir lurus tapi juga digas kenceng seperti pesannya Presiden Jokowi," tandas cucu Kiai Nahdlatul Ulama (NU) asal Trenggalek Mochamad Dardak. n

Berita Populer