Kiai dan Nyai Kampung Sidoarjo Siap Menangkan BHS-Taufiqulbar

Cawabup Taufiqulbar (dua kanan) bersama kiai kampung

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan ulama dan bu Nyai yang tergabung dalam Relawan Kiai dan Nyai kampung se Kota Sidoarjo menyatakan sikap dan dukungannya untuk memenangkan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Bambang Haryo Sukartono (BHS)- Taufiqulbar pada Pilkada Sidoarjo yang digelar 9 Desember mendatang. Keseriusan itu dituangkan dalam bentuk Istighotsah kiai dan nyai kampung dalam memenangkan BHS-Taufiqulbar di Celep Kota Sidoarjo, Jumat (16/10) malam. “Pasangan BHS-Taufiqulbar bukan figur asing di kalangan ulama dan santri. Bismillah, dukungan kiai kampung dan nyai ini akan semakin menambah keyakinan untuk memenangi Pilkada nanti,” kata KH Sueb dari Cemeng Sidoarjo. Acara Istighotsah ini dihadiri sedikitnya 40 kiai kampung dan nyai se kota Sidoarjo. Menurut KH Sueb, pihaknya bersama dengan ratusan kiai dan nyai kampung siap memenangkan BHS-Taufiqulbar dengan kemenangan bermartabat. “Kita akan kawal dan jaga proses demokrasi yang damai, jujur, adil dan bebas dari praktik-praktik kotor, caci maki, fitnah dan hoaks,” katanya. Kegiatan tersebut, lanjutnya, merupakan ajang silaturahmi kiai dan nyai yang diwadahi dalam forum kiai kampung dan nyai. “Dengan begitu, suara arus bawah bisa tersalurkan dengan tepat. Saya optimistis dan yakin pasangan BHS-Taufiqulbar jadi pilihan terbaik wong Sidoarjo,” katanya. Selain itu, untuk menjadi kepala daerah diperlukan sosok yang basic ekonominya kuat, terutama pengusaha yang sukses dan merintis dari nol. Karena biar kelak ketika menjadi bupati, tidak berpikir untuk mengembalikan modal lagi, dan ujung-ujungnya melakukan korupsi," imbuhnya. Menurut pandangannya, sosok yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Sidoarjo ada pada diri BHS-Taufiqulbar yang merupakan pasangan pengusaha dan pemilik tambak. "Pak BHS maupun Taufiqulbar merupakan pemimpin yang secara ekonomi sudah mapan dan siap untuk memimpin Sidoarjo. Selain itu, peduli dengan pesantren," katanya. Lebih jauh, KH Sueb memaparkan selama kampanye, BHS dan Taufiqulbar sudah berkomunikasi dan keliling menyambangi sejuah pesantren di Sidoarjo. Baginya hal ini berarti BHS dan Taufiqulbar sudah peduli dan perhatian dengan tempat pendidikan agama. "Nah, kepedulian yang ditunjukkan itu membuat para kiai dan nyai kampung menjadi mantap dan mengambil sikap ikut berjuang memenangkan BHS dan Taufiqulbar dalam Pilkada Sidoarjo," tegasnya. Cawabup Taufiqulbar menyatakan Paslon BHS-Taufiqulbar memiliki komitmen untuk mencerdaskan anak anak didik melalui pendidikan berbasis NU. Apalagi sejak kecil menurut Cak Taufiq, dirinya mengenyam pendidikan berlatar belakang NU atau madrasah ibtidaiyah. “Saya ini sejak kecil sudah mengenyam pendidikan NU di Banjar Kemuning Sedati, Karenanya jiwa saya ini NU. Untuk Sidoarjo yang merupakan kabupaten santri ini, memang waktunya ditambah sekolah berbasis NU. Baik itu MI, Mts maupun MA,” ujar Cawabup Taufiqulbar. Menurut Taufiqulbar, kecerdasan intelektual yang dimiliki seorang anak, harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dan upaya untuk membangun seluruh perangkat kecerdasan itu, bisa dilakukan dengan memperbanyak sekolah berbasis agama di Sidoarjo. “Saat ini jumlah madrasah di Sidoarjo masih sekitar 221 sekolah, dan ini sangat kurang sekali. Karenanya, kita berkomitmen untuk menambah jumlah ini menjadi lebih banyak, untuk memenuhi kebutuhan sekolah berbasis NU,” ungkap Cak Taufiq lagi. sg