Kiai Sudahri Klaim, Baru Sekali Dikunjungi Nyai Eva

Kiai Sudahri, pengasuh pondok pesantren di Desa Pakondang kecamatan Rubaru Kab. Sumenep (Ainur Rahman/ SP)

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Kiai Sudahri Pakondang dari kecamatan Rubaru kab. Sumenep, belum menentukan pilihan.

"Hanya saja beberapa bulan lalu saya didatangi Nyai Eva, pasangan yang bakal digandeng oleh Ahmad Fauzi di Pilkada mendatang. Kalau dari Kubu yang lain, saya hanya diundang dalam beberapa pertemuan baik, yang Fattah Jasin maupun yang Ahmad Fauzi," katanya kepada Surabaya pagi, Rabu (29/07).

"Saya memang memiliki kedekatan dengan Nyai Eva sejak pemilihan Gubernur Khafifah Indar Parawansyah, dan sampai saat ini masih nyambung, baik secara keorganisasian maupun bidang hal yang lainnya,"imbuhhnya.

Diakui Kiai Sudahri bahwa politik itu dinamis bisa berubah dalam sekejap. Apalagi smbungnya, semua pasangan yang bakal maju di Pilkada belum pasti, masih bergrilya.

"Kalau sudah ditetapkan KPU baru nanti kita bergerak baik para relawan pendukung maupun simpatisan. Untuk saat ini saya masih fasif tapi secara pribadi sudah ada pilihan, cuma belum dideklarasikan kepada para Alumni maupun wali siswa yang masih nyantri di lembaga ini," tandasnya.

Dikatakan Kiai Sudahri, pihaknya berharap nantinya kepada Pemerintah, khususnya para Kandidat yang bakal bertanding di pilkada 2020 untuk tidak melupakan masyarakat. Sebab masyarakat tidak mengharapkan apa-apa yang terpenting yang mereka mau harus dipenuhi, dan ini butuh kepekaan pemerintah nantinya.

Selain itu kata Kiai Sudahri, masalah yang nampak di mata masyarakat sekarang, menjelang Pilkada, Bakal Calon mendekati tokoh masyarakat dan mengiming-imingi program.

"Nah, ini dirasa kalau lagi butuh dukungan, tidak hanya itu masyarakat dikunjungi, diberikan sembako. Begitu sudah selesai dan keinginannya terpenuhi masyarakat ditinggal, ini yang tidak saya inginkan," ujarnya. Kiai Sudahri, dikenal masyarakat sebagai tokoh yang legendaris dan humoris, karena tidak membeda-bedakan orang lain, dihadapannya semua orang sama.

Makanya banyak yang datang dan berdiskusi dalam segala hal, baik masalah ilmu agama maupun politik. Selain itu, Kiai Sudahri banyak dikunjungi mahasiswa yang sedang melakukan tesis terakhir memperdalam kajian dan diskusi mengenai perkembangan nalar pemikiran Islam.ar