•   Kamis, 17 Oktober 2019
Pilpres 2019

Komnas HAM: Kedua Paslon Miskin Imajinasi

( words)
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab.


SURABAYAPAGI.com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab menilai, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden masih miskin imajinasi soal HAM dalam visi misinya. Hal itu dikemukakan Amiruddin menanggapi rencana kedua pasangan capres-cawapres debat perdana dengan tema hukum, korupsi, terorisme dan hak asasi manusia, Kamis, 17 Januari 2019 besok.
"Saya ingin katakan begini, menyedihkan memang dua-duanya, kedua pasangan itu, visi misinya sama, miskin imajinasi soal hak asasi manusia," kata Amir di Tebet, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.
Amir menjelaskan, dalam visi misi itu tidak ada orientasi mengenai bagaimana soal HAM ke depannya. Orientasi ini, menurut dia, lebih penting ketimbang membahas kasus per kasus dalam debat nanti.
"Yang kita ini kehilangan sesungguhnya adalah orientasi hak asasi manusia ini. Kita mau ke mana ini? Kalau debat capres bicara soal kasus, ini jadi remeh temeh nantinya," ujarnya menambahkan.
Dia menerangkan, "Kasus itu sudah diatur ada undang-undangnya, konstitusinya, Anda enggak usah pusing soal itu. Tapi orientasinya ke mana. Dari kasus itu kita mau ke mana."
Dia mencontohkan, satu persoalan penting yang tidak disebut sama sekali oleh kedua paslon, yakni soal Papua. Menurut dia, pandangan soal Papua akan menarik dalam debat nanti. "Dalam menjaga keutuhan kebangsaan kita, Papua itu mau diapain, enggak ada," kata Amir.
Amir menyindir visi misi kedua paslon tersebut terkesan seperti program Bappenas saja. Visi misi, kata dia, seharusnya adalah soal kenegaraan dan kebangsaan.
"Yang muncul di visi misi, ini kayak program Bappenas, bukan visi misi presiden. Visi misi presiden itu semestinya mengimplementasikan konstitusi Republik Indonesia. Soal kenegaraan dan kebangsaan, bukan soal membangun jembatan." mu/v

Berita Populer