•   Selasa, 19 November 2019
Hukum & Pengadilan

Konflik Ruislag SD Margorejo Temui Titik Terang

( words)
Hearing Pansus Ruislah Komisi A DPRD Surabaya dengan Pemkot Surabaya, warga Margorejo dan PT. Maspion di Ruang Komisi A DPRD kota Surabaya.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hampir 20 tahun lebih permasalahan ruislag (tukar guling) antara PT Maspion dengan Pemkot Surabaya kawasan Margorejo. Dalam rapat dengar ( hearing ) Pansus Komisi A DPRD Surabaya dengan Pemkot Surabaya, Warga Margorejo dan PT. Maspion akhirnya mulai mendapatkan titik terang. Dimana apa yang diinginkan oleh warga akan tinggal menunggu pelaksaan dari Pemkot Surabaya.
Warga meninta bangunan sekolah di Margorejo tersebut dikembalikan seperti dulu dan dibangun kembali. Salah satu tokoh Masyarakat Margorejo Achmad Dahlan mengatakan masalah, ini mulai dari 2004 hingga sekarang belum selesai saya berharap dengan rapat pansus kali ini permasalahan ini dapat diselesaikan.
“ Kami meminta membagi tanah ini dari Ruislag ini dari PT. Maspion 3000 meter itu bisa secepatnya dibangunkan Sekolah SD yang sudah dijanjikan pemerintah,” kata Achmad Dahlan, Senin (5/2/2018).
Selain itu, Warga juga meminta uang kembalian dari tukar guling aset pemkot Surabaya ini dengan PT. Maspion sebesar Rp 10 miliar itu diberikan kepada warga untuk pelebaran pemakaman.
“ Kami mengusulkan pembagian tanah itu masih ada pengembalian uang Rp 10 M dan uang itu diberikan kepada Margorejo untuk pelebaran makam, karena itu kondisi makam di Margorejo sudah penuh,” ungkapnya.
Supriadi warga Margorejo menegaskan, selama ini hampir 20 tahun ini pihaknya hanya dijanjikan akan dibangun sekolah SD, namun hingga kini belum juga terealisasi. “ Permintaan kami hanya kembali sekolah kami,” katanya.
Sementara itu, Pihak PT. Maspion sudah tidak mempermasalahkan tanah tukar guling tersebut. “ Dari pihak kami sudah berikan 3000 meter untuk pembangunan sekolah, kantor kecamatan dan Puskesmas dari pembagian tanah 6800 meter,” ungkap Sukamto, Dirut PT. Maspion.
Sementara itu Ketua Pansus Ruislag Komisi A DPRD Surabaya Minun Latif mengatakan, jadi semua tuntutan warga Margorejo sudah terjawab semua dan Pemkot Surabaya sudah menganggarkan pembangunan sekolah SD seperti yang diminta oleh warga. Kini, tinggal realisasinya tahun ini.
“ Anggaran sudah ada dan sudah dianggarkan tahun ini, tinggal pembangunannya,” ungkap Minun.
Politisi PKB mengatakan, Pasus Komisi A akan terus mendampingi warga Margorejo hingga permasalahan ini selesai. “Kami akan terus kawal kasus ini hingga selesai,” katanya. alq

Berita Populer