•   Minggu, 5 April 2020
Surabaya

Konsekuensi Finansial dan Kemanfaatan Jembatan Suroboyo Dipertanyakan

( words)
Jembatan Suroboyo masih berhenti beroperasi. Foto: SP/Prila Sherly


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jembatan Suroboyo yang bermula memiliki tujuan sebagai objek wisata sekaligus penguraian kemacetan di kawasan Kenjeran tersebut kini tidak beroperasi sejak Mei 2018. Jembatan yang membentang di Pantai Kenjeran tersebut ternyata menghabiskan Rp 207 Miliar anggaran APBD.

Tidak sebanding dengan keadaannya sekarang yang berhenti beroperasi tanpa kejelasan lebih lanjut. Maka dari itu, beberapa anggota DPRD dalam wawancaranya bersama Surabaya Pagi pada Kamis (13/12) mengkritik jembatan mangkrak tersebut agar diinvestigasi lebih lanjut.

Seorang Koordinator Program Studi S1 Akuntansi UNAIR, Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D menyampaikan langkah langkah yang harus diambil sebelum gegabah melakukan investigasi dalam bentuk audit forensik.

“Langkah awal sebelum dilakukannya audit forensik adalah dengan pre-eliminaries study melalui 5W+1H. Hal ini dilakukan untuk menilai seberapa urjensinya sampai harus adanya audit forensik. Pada langkah ini dapat terlihat apa yang terindikasi di dalam proyek ini. Bila ada indikasi maka dapat dilanjutkan menuju audit forensik.”

“Pada dasarnya, audit forensik berbeda dengan audit biasa yang mana meIihat apakah ada suatu kecurangan dalam suatu proyek tertentu. Selain itu, seberapa dalam kecurangan yang terjadi juga bisa diukur melalui audit forensik.” Tambah Iman ketika diwawancarai pada Jumat (14/12).

Ketika melihat kasus Jembatan Suroboyo, Iman tidak bisa langsung menyimpulkan harus tidaknya melakukan audit forensik. Hal ini disebabkan karena harus adanya penyelidikan lebih lanjut sebelum menentukan dilakukannya investigasi tersebut.

“Suatu proyek seperti Jembatan Suroboyo sendiri sebenarnya memiliki dua konsekuensi utama yaitu finansial dan kemanfaatannya. Untuk finansial dapat dilihat dari segi pertanggungjawaban terhadap berapa banyak dana yang digunakan. Sementara itu, dalam segi kemanfaatan misalnya, bila ada pedagang yang merasa jembatan tersebut tidak membantu perekonomian. Maka, hal tersebut harus ditinjau kembali apakah hanya minoritas atau mayoritas.” Ujar Iman.

“Bila nantinya memang harus diaudit forensik maka dapat menjawab pertanyaan pertanyaan secara ilmiah dengan data nyata. Meskipun sebelum audit harus adanya proses panjang yang menentukan keharusannya” tambah Iman mengenai audit forensik Jembatan Suroboyo. Pr

Berita Populer