•   Jumat, 28 Februari 2020
Korban Ketidak Adilan

Korban Tewas Terlindas Kereta, Pertama Kali Nonton Surabaya Membara

( words)
Keluarga korban tewas yang terlindas kereta di Surabaya Membara


SURABAYAPAGI.com - Tangis pecah dari bibir perempuan muda di Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 10 November 2018. Dia tak kuasa menahan sedih kala salah satu anggota keluarganya turut menjadi korban tewas insiden maut drama kolosal Surabaya Membara di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat malam, 9 November 2018.

Perempuan muda yang tengah bersedih itu ialah Herlin Wijayanti. Dia adalah kakak dari satu dari tiga korban tewas insiden tersebut, Helmi Surowijaya (16 tahun).
Diketahui, Surowijaya adalah korban paling parah karena terlindas kereta api saat menonton drama di viaduk atau jembatan rel Tugu Pahlawan.
"Emoh-emoh (tidak, tidak)," teriak Herlin sambil menangis memeluk jenazah adiknya di Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo. Dia enggan beranjak kala diajak keluar oleh ayahnya, Harijanto (69). Herlin bahkan hampir pingsan.
Mulanya, oleh petugas Helmi dilabeli Mr X. Di lokasi kejadian, tidak ada identitas ditemukan di pakaian maupun dekat jasad korban.
"Saya cari-cari tadi kok tidak pulang-pulang, terus ada kabar kejadian itu. Saya cari ke PHC, terus dikasih tahu ada korban yang disilang (Mr X), saya lihat ternyata benar anak saya," kata Harijanto, Sabtu, 10 November 2018.
Helmi adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Bersama sang ayah, dia tinggal di kawasan Karang Tembok, tak jauh dari Tugu Pahlawan.
"Magrib dia pamit mau lihat drama di Tugu Pahlawan. Jalan kaki bersama teman-temannya. Baru tahun ini anak saya lihat," cerita Harijanto.
Tidak ada firasat apapun dirasakan Harijanto dari bungsunya itu. Cuma, lanjut pria berkacamata itu, sejak berangkat dia merasakan tubuhnya sangat lemah.
"Seperti mau mati saja waktu anak saya berangkat," tandasnya.
Selain Helmi, satu korban yang jenazahnya dibawa ke RSUD dr Soetomo ialah Erikawati, bocah sembilan tahun. Jenazah bocah kelas III SD itu dibawa oleh anggota keluarganya dari rumah sakit sekira pukul 00.30 WIB.
Pengamatan awak media di RSUD Dr Soetomo, kesedihan tampak terlihat di wajah ayah Erika. Kalimat tauhid dilafazkan kala jenazah anaknya dimasukkan ke dalam ambulans.
Insiden maut terjadi kala drama Surabaya Membara digelar di jalan raya sisi timur Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat malam, 9 November 2018. Kereta api Sidoarjo-Bojonegoro yang melintas di viaduk atau jembatan rel di atas Tugu Pahlawan merangsek puluhan penonton hingga banyak terjatuh. Data sementara, tiga orang tewas dan delapan luka dalam kejadian ini.

Berita Populer