Kronologi Tewasnya Bayi Di Mesin Cuci

SURABAYAPAGI.COM, Palembang –Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengungkapkan Sutina ditetapkan sebagai pelaku tunggal atas kematian anaknya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 76 huruf E Undang – Undang nomor 35 tahun 2015 tentang kekerasan pada anak.

“Kami masih lakukan perkembangan untuk yang lainnya bisa saja kedepan dijerat pasal lain,” ucap Didi saat dilakukan gelar perkara.

Polisi juga menceritakan kronologis peristiwa tersebut

Sutina yang bekerja sebagai PRT yang tega membunuh bayinya sendiri pertama kali diketahui oleh saksi Dedek Wulandari. Adapun Dedek merupakan rakan kerja Sutina yang sesama PRT di tempat tersangka bekerja.

Saat itu, Dedek curiga lantaran Sutina yang berada di dalam kamar mandi lama tak kunjung keluar. Terlebih Sutina juga tak merespon saat Dedek mencoba mengetuk.

Dedek kembali mengetuk pintu dan bertanya kepada Sutina kenapa lama berada di dalam kamar mandi. Mendengar panggilan dari rekannya, Sutina menjawab kalau ia sakit perut.

Kemudian ia meminta tolong kepada Dedek untuk mengambilkan handuk. Saksi Sulastri yang juga ada di depan kamar mandi, langsung mengambilkan handuk seperti permintaan Sutina.

Sutina tidak hanya meminta diambilkan handuk, ia juga meminta mengambilkan pakaian untuknya. Setelah diberikan handuk dan pakaian, tidak beberapa lama kemudian Sutina keluar dan langsung menuju ke lantai dua dengan membawa pakaian yang di kenakan sebelumnya.

Rekan korban yang melihat wajah Sutina pucat memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit untuk berobat. Ketika akan dibawa ke rumah sakit, mereka lupa membawa KTP milik Sutina.

Sulastri dan Dedek kemudian mencari KTP milik Sutina yang berada di pakaian sutina namun berada di kamar mandi lantai 2.

Ketika mencari KTP milik Sutina, Sulastri dan Dedek mendengar suara tangisan bayi dalam mesin cuci yang berada di dalam kamar mandi. Saat didekati mereka mendapati bungkusan kantong plastik yang dibalut dengan handuk.

Begitu bungkusan itu di buka ternyata didalamnya berisi bayi laki laki. Kaget mengetahui hal itu, Sulastri dan Dedek memutuskan memberi tahu Lendi Ardiansyah si pemilik rumah.

Setelah diberitahu, Lendi bersama dua rekan kerja Sutinah langsung menuju ke rumah sakit dikarenakan kondisi bayi yang terlihat lemah.

Sang bayi sempat mendapatkan perwatan di NICU RS Siloam Palembang, namun bayi laki – laki itu akhirnya meninggal dunia.