KSO 10 BUMN untuk Mengaktifkan Merpati Kembali

SURABAYAPAGI.com - Badan Usaha Milik Negara sedang menjalin KSO, Kerja Sama Operasi untuk membuat PT Merpati Nusantara Airline atau Merpati agar dapat beroperasi kembali. Terhitung 10 BUMN yang terlibat dalam KSO tersebut yang diinisiasi oleh PT Garuda Indonesia.

Selain Garuda Indonesia, sembilan perusahaan pelat merah yang terlibat dalam KSO ini PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Perum Bulog, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), serta perbankan yang tergabung dalam Himbara, yaitu PT Bank BTN (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank BNI (Persero) Tbk, dan PT Bank BRI (Persero) Tbk.

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha mengatakan KSO ini diharapkan dapat memberikan pemasukan kepada perseroan. Pemasukan diharapkan bisa membantu Merpati mengudara lagi secara komersial.

Setelah berhenti operasional di 2014, praktis pendapatan utama perseroan hanya ditopang dari dua anak usaha, yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF) dan PT Merpati Training Center.

"Merpati harus bisa running, sebelum bisa beroperasi full, dia harus bisa menghidupi diri sendiri," katanya, Rabu (16/10).

Dalam bidang pelayanan kargo udara, seluruh BUMN tersebut akan mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati. Fokus pengiriman barang-barang diutamakan di wilayah Indonesia Timur, yaitu rute Jayapura-Wamena dan Timika-Wamen secara pulang pergi (PP). Dalam hal ini, Garuda Indonesia akan menyediakan armada pesawat.

Ari mengatakan Garuda Indonesia telah menyiapkan lima armada kargo (cargo freighter) untuk layanan bisnis kargo Merpati. Armada tersebut tiga di antaranya milik Garuda Indonesia dan dua milik Citilink Indonesia.

Setiap armada memiliki kapasitas hingga 12,5 ton. Selanjutnya, perseroan akan menambah tiga armada cargo freighter di tahun 2020.

Jadi total armada yang disiapkan untuk bisnis kargo Merpati menjadi delapan unit pada tahun depan.

"Yang paling penting kami tolong Merpati, sehingga Merpati sekarang bisa going concern. Restrukturisasi ini sudah diterima oleh PPA (Perusahaan Pengelola Aset) sebagai pemegang kuasa dari pemerintah untuk restrukturisasi Merpati," katanya.

Sementara itu, KSO dalam bidang MRO Merpati akan menyediakan layanan perawatan turbin milik Pertamina dan PLN. Dalam hal ini, layanan perawatan turbin akan dilakukan oleh entitas anak Merpati, Merpati Maintenance Facility bersama dengan lini bisnis MRO Garuda Indonesia, GMF AeroAsia.