•   Senin, 24 Februari 2020
Gas Dan Bumi

Kunjungi TPPI Tuban, Jokowi Didampingi Ahok Dan Erick Tohir

( words)
Konferensi pers Presiden RI Joko Widodo di dampingi Menteri ESDM Erik Tohir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahya Purnama dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di door stop TPPI Tuban.


SURABAYAPAGI.COM, Tuban- Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) melakukan tinjauan ke PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berlokasi di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban. Sabtu, (21/12).

Dalam tinjauan tersebut, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Menteri ESDM Eric Tohir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansyah, Bupati Tuban H. Fathul Huda. Dimana kedatangan orang nomer 1 RI itu langsung disambut oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahya Purnama atau Ahok dan Directur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Sesampainya di lokasi, Presiden Jokowi menerima paparan singkat dari Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati terkait progres pengembangan TPPI, salah satunya laporan kepemilikan saham TPPI oleh Pertamina yang untuk tahun 2019 ini sudah sebesar 98%.

Artinya, kepemilikan saham TPPI hampir seluruhnya telah menjadi milik Pertamina dan hanya 2% persen saham yang masih menjadi milik swasta.

"Kepemilikan saham TPPI oleh Pertamina sudah 98%, dan 2% sisasnya masih menjadi milik swasta". Ungkapnya.

Lebih lanjut, Nicke menyampaikan, pembangunan industri Petrokimia, juga akan lebih efisien karena dintegrasikan dengan kilang, sehingga produk samping petrokimia dapat dimanfaatkan kembali oleh kilang baik untuk bahan bakar kilang itu sendiri maupun dapat menjadi produk BBM.

Karena pada saat yang sama, melalui proyek RDMP dan GRR, Pertamina sedang membangun kilang Tuban dengan investasi US$16 miliar, yang nantinya akan memiliki fasilitas produksi petrokimia dengan produk polypropylene sebanyak 1.200 ktpa, paraxylene 1.300 ktpa dan polyethylene 750 ktpa.

"Infrastruktur penunjang dan utilitas dapat juga dimanfaatkan secara bersama-sama dengan menurunkan biaya energi hingga 10% dan biaya personel turun 10% sehingga biaya operasional turun sampai 15%," terang Nicke.

Seusai melakukan tinjauan ke area TPPI, dalam konfrensi pers, kepada awak media Jokowi menyampaikan jika TPPI ini bisa mengolah minyak mentah menjadi banyak produk, antara lain produk aromatik, olefin, BBM jenis Premium, Pertamax, Solar dan juga LPG. Oleh karena itu, jika produksi TPPI sudah maksimal, maka negara akan bisa menghemat devisa hingga US$ 4,9 miliar.

"Jadi kalau produksi sudah maksimal, kita akan mampu menghemat devisa sebesar US$ 4,9 miliyar atau sekitar Rp. 65 Triliun pertahun," terang pria asli Solo tersebut.

Oleh karena itu, presiden Jokowi memerintahkan TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban, persiapanya bisa rampung dalam jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Sekaligus untuk kepemilikan saham hingga 100%, Jokowi meminta, pada bulan Januari, sudah ada kejelasan mengenai kedua hal itu.

"Entah itu dengan kerjasama atau kekuatan sendiri, saya minta semuanya harus rampung tidak lebih dari tiga tahun, dan Januari nanti harus sudah ada kejelasan mengenai Hal itu," tegas presiden Indonesia ke 7 tersebut.

Berita Populer