•   Rabu, 22 Januari 2020
Surabaya

Kurang Optimalnya Objek Wisata Jembatan Suroboyo

( words)
Suasana Jembatan Suroboyo sepi wisatawan. FOTO : SP/Prila Sherly


SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Surabaya menawarkan berbagai objek pariwisata yang menarik dengan salah satunya adalah Jembatan Suroboyo. Jembatan yang sebenarnya ingin menarik wisatawan tersebut ternyata dengan air mancur menarinya hanya beroperasi ketika Sabtu. Imbasnya adalah pada tidak optimalnya aspek pariwisata di kawasan Kenjeran seperti diharapkan sebelumnya.
“Jembatan Suroboyo sendiri adalah objek wisata yang seharusnya buka setiap hari dengan air mancur menarinya. Hal ini bisa membantu kegiatan ekonomi di sekitar kawasan jembatan karena adanya daya tarik berupa air mancur tersebut.” Ujar Prof. Drs. H. Tjiptohadi Sawarjuwono M. Ec. Ph.D, Ak yang merupakan pakar Ekonomi Pembangunan UNAIR saat diwawancarai pada Kamis (13/12).
Sebenarnya dari awal Jembatan Suroboyo sendiri memang tidak dijadikan untuk lalu lintas transportasi melainkan hanya objek wisata. “Di luar negeri banyak jembatan yang tidak dipergunakan seperti fungsinya namun hanya objek wisata. Sebaiknya harus ada koordinasi dengan pihak travel agent, bisnis, dan semuanya yang berkaitan agar kegiatan di sekitar Kenjeran dapat optimal” tambah Tjipto.
Jembatan Suroboyo yang sepi di hari biasa dan tidak diminati wisatawan menjadi permasalahan utama. Tidak hanya pariwisata yang menjadi dampak namun juga kegiatan di sekitarnya seperti perekonomian. Maka dari itu, dibutuhkan beberapa langkah tertentu yang harus diambil agar memaksimalkan fungsi awal dari jembatan tersebut.

“Pertama, koordinasi dengan pihak yang bersangkutan khususnya semua hal mengenai pariwisata. Bagaimana caranya agar wisatawan tidak hanya datang melihat jembatan melainkan juga melakukan kegiatan lainnya. Kedua, gencar melakukan sosialisasi yaitu melalui media cetak atau media sosial. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana agar masyarakat mengetauhi info mengenai Jembatan Suroboyo. Ketiga, fasilitas harus diatur, dijaga, dan dirawat sedemikian rupa agar tidak mangkrak atau berhenti begitu saja.” Tambah Tjiptohadi. pr

Berita Populer