•   Selasa, 17 September 2019
Peristiwa Internasional

Lagi, Demonstran Gruduk Bendara Hong Kong

( words)
Pendemo yang memenuhi bandara SP/Afp


SURABAYAPAGI.com - Ratusan masa demo kembali jajaki bandara Hong Kong pada Selasa sore. Mereka memblokade seluruh gerbang pemberangkatan yang menyebabkan para penumpang tidak dapat masuk dan terbang dengan pesawat.

Dengan hadirnya pendemo yang menggelar aksi dibandara, otoritas bandara dengan terpaksa menangguhkan proses check indi beberapa penerbangan, meski tak menghentikan seluruh keberangkatan.

"Operasional terminal di Bandara Internasional Hong Kong benar-benar terganggu akibat aksi unjuk rasa," kata otoritas bandara, dikutip dari AFP.

"Semua layanan check in untuk keberangkatan ditangguhkan sejak pukul 16.30 (waktu setempat). Penerbangan keberangkatan dan kedatangan untuk sisa hari ini akan terus beroperasi dan maskapai akan mengatur penumpang yang belum menyelesaikan proses keberangkatan."

Meski bandara telah memberikan himbauan agar masa tak terus berdatangan, namun tetap saja demonstran semakin maju dan bahkan memblokade pintu-pintu keberangkatan.

Pengunjuk rasa mengenakan tanda berwarna hitam sebagai oposisi terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sekarang ditangguhkan. RUU tersebut memungkinkan ekstradisi ke Cina, tetapi berubah menjadi seruan yang lebih luas untuk kebebasan demokratis.

Mereka meneriakkan "Solidaritas dengan Hong Kong, Solidaritas dengan Kebebasan", saat para penumpang berebut mengejar jadwal penerbangan yang dijadwal ulang, dengan membawa barang bawaan mereka melewati bandara.

Demonstran juga memblokir penumpang yang akan masuk ke terminal keberangkatan di dua terminal. Meski demikian puluhan orang masih bisa menerobos.

"Saya mendukung perjuangan Anda, tapi saya perlu menjenguk keluarga," seorang seorang pria berteriak kepada para demonstran yang berusaha mencegahnya masuk pintu.

Beberapa penumpang mengatakan mereka diminta menyerahkan tas di terminal 1 kemudian pindah ke terminal 2 untuk lepas landas. Namun ketika mereka tiba di terminal 2, massa dalam jumlah lebih banyak menghalangi jalan.

Berita Populer