•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi China

Lagi, Kesepakatan Seret Gegara Donald Trump

( words)
Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. SP/bsn


SURABAYAPAGI.COM,Bejing, – Kesepakatan perang dagang masih abu-abu, bahkan hingga saat ini abu-abu itu sedikit berubah menjadi hitam setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan enggan untuk memangkas nilai tarif tambahan yang diberikannya untuk China sebagai peluru kegentingan perang dagang.

Melihat hal tersebut, China bukan hanya pesimis dengan kesepakatan, melainkan was-was akan semakin rumitnya jalan yang ditempuh untuk menyelasaikan sengketa dagang ini.

Sebelumnya, AS dan China sepakat untuk mendorong kesepakatan perdagangan fase satu pada awal Oktober lalu. Untuk itu, Tiongkok akan menghapus bea tambahan atas produk AS, sebagai bagian dari kesepakatan.

Bahkan, juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng awal bulan ini mengatakan, baik Beijing maupun Washington telah mencapai kesepakatan tentang pembatalan tarif atas barang impor masing-masing negara.

Namun, Trump menegaskan pekan lalu, bahwa dia belum setuju untuk membatalkan tarif atas barang-barang Cina. Ini bertentangan dengan sinyal dari China dan mengurangi harapan atas kesepakatan perdagangan.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Minggu kedua belah pihak melakukan diskusi konstruktif tentang masalah utama masing-masing dan sepakat untuk tetap berhubungan erat. Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada hari Jumat kedua negara semakin dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah berlangsung selama hampir dua tahun. Pemerintahan Trump telah mengenakan tarif lebih dari $ 500 miliar pada barang-barang China, sementara Beijing telah mengenakan bea sekitar $ 110 miliar pada produk-produk Amerika.

Berita Populer