Lagi, KPK Panggil Saksi Baru Korupsi PTDI

Ilustrasi Gedung KPK. SP/MER

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Berstatus sebagai saksi, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mantan Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara, Suharsono atas kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (DI) 2007-2017.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS (Budi Santoso/eks Direktur Utama PT DI)," tulis Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan diterima, Rabu (5/8).

Ali melanjutkan, meski sudah tak menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara, namun Suharsono akan digali keterangannya saat dia mengisi jabatan tersebut.

Sebagai informasi, Selain BS, KPK juga telah menetapkan bekas Asisten Direktur Bidang Bisnis Pemerintah PT DI, Irzal Rinaldi Zailani (IRZ), sebagai tersangka pada 12 Juni 2020. KPK berkeyakinan BS dan IRZ pada awal 2008, bersama-sama dengan para pihak lain melakukan kegiatan pemasaran penjualan di bidang bisnis di PT DI.

1 dari 1 halaman

Dalam tiap giatnya, BS untuk memenuhi beberapa kebutuhan terkait dengan operasional PT DI, dibantu oleh para pihak mitra atau agen diduga mendapatkan dana untuk kebutuhan tersebut dilakukan dengan proses penjualan dan pemasaran secara fiktif.

Seperti, tahun 2008 dibuat kontrak kemitraan/agen antara PT DI yang ditandatangani direktur Aircraft Integration, direktur PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha.

Padahal, kontrak kerja sama mitra/agen yang telah dibuat tersebut tidak pernah dilaksanakan pekerjaan berdasarkan kewajiban yang tertera dalam surat perjanjian kerja sama.