•   Selasa, 31 Maret 2020
Surabaya

Langkah Jatim Dorong Sistem Perdagangan Cepat

( words)
Gubernur Jawa Timur Soekarwo (depan samping kiri memakai baju biru).


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemprov Jatim menerapkan ekonomi digital di industri terhadap bahan baku / raw material yang dinamakan Sistem Informasi Perdagangan Bahan Baku (SIPAP). Tujuan dibuatnya aplikasi ini agar ekonomi digital mendorong sistem perdagangan yang mempercepat substitusi impor, sehingga kemandirian industri dalam negeri dapat terwujud. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyebut, dalam aplikasi tersebut, dapat dilihat berbagai raw material dari berbagai daerah di Indonesia, data real time mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah, bersumber dari aggregator masing-masing provinsi. Dan aplikasi ini dapat membuat perusahaan langsung dapat melakukan business to business. “Kita punya chanelling di sana sehingga industri Jatim yang 79 persen bahan bakunya dari luar negeri, bisa dikurangi perlahan-lahan hingga menjadi 50 persen. Jika bahan baku bisa mencapai 50 persen atau di bawahnya, maka neraca perdagangan kita surplus,” ujarnya saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional Economic Outlook 2018 : Kebijakan dan Strategi Fiskal, Moneter Perbankan dan Sektor Riil di Era Ekonomi Digital, di Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Rabu (10/1/2018) Menurutnya, pemerintah harus mendorong penggunaan bahan baku yang ada di dalam negeri untuk digunakan industri atau tidak harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri. “Ini tanggung jawab pemerintah, jangan membiarkan industri terus mengimpor bahan baku dari luar negeri,” pungkasnya. Selain SIPAP, lanjutnya, Pemprov Jatim juga telah memiliki aplikasi East Java Investment Super Coridor (EJISC). Ini merupakan layanan virtual yang komprehensif dan terintegrasi dengan kabupaten/kota. Di dalamnya, investor atau pelaku usaha bisa melihat peta informasi potensi dan fasilitas di Jatim, peluang investasi yang menginformasikan prospektus investasi di Jatim. Bahkan juga menyajikan industri pariwisata dan help desk untuk menyampaikan tanya jawab, saran, pengaduan dan kritik. “Informasi yang disajikan melalui digital ini juga dapat mengakses mengenai tanah mana yang bisa dilakukan untuk investasi lengkap dengan harga per meternya, Begitu juga dengan info kecukupan air, listrik, akses ke pelabuhan. Itu satu geografi informasi,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI Prof. Dr. Muliaman D. Hadad mengatakan, diskusi tentang ekonomi digital saat ini menjadi isu yang sedang berkembang. Semua pihak terus mencari cara mengukur dampaknya terhadap perekonomian. “Ini keniscayaan dampak teknologi digital berpengaruh pada kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada sektor usaha, tetapi juga pemerintahan. Sehingga bisa mempengaruhi ekspektasi masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya. arf

Berita Populer