Larangan Swafoto di Bebatuan Terjal Pantai Telawas Lombok

SURABAYAPAGI.com - Aparat Desa Selong Belanak dan warga melarang wisatawan selfie di kawasan wisata Pantai Telawas, Selong Belanak, Lombok Tengah.
“Kami sering mengingatkan wisatawan yang berkunjung ke Telawas untuk tidak selfie, apalagi sambil membelakangi ombak, itu sangat berbahaya. Karena mereka kadang tak menyadari ombak mengempas mereka dan berakibat fatal,” kata Lalu Yahya, Kepala Desa Selong Belanak, Minggu (14/1/2018).
Yahya mengatakan, hingga kini banyak wisatawan menjadi korban di Pantai Telawas. Kali ini menimpa dua sejoli Eka Madayati dan Dedy yang terempas gelombang besar saat selfie. Eka ditemukan tewas sedangkan kekasihnya, Dedy, masih dalam pencarian.
Sebenarnya, sambung Yahua, penjaga pantai Amaq Jumainim sudah terlalu sering mengingatkan bahkan melarang pengunjung agar tak mengunjungi Telawas saat cuaca buruk. Jika mereka ingin selfie atau foto, sebaiknya di areal yang jauh dari tebing berombak.
"ini kan ngeri sekali, batu-batu terjal atau tebing itu dilewati oleh ombak yang kerap menghempas, tapi pengunjung ndak mau menghiraukan larangan kami," ungkapnya.
Kompas.com belum lama ini ke Pantai Tekawas. Tebing-tebing di sana dilalui ombak besar dan cukup berbahaya serta licin. Biasnaya, pengunjung kerap selfie di sana. Bahkan banyak pengunjung yang menaiki puncak tebing berbahaya itu.
Untuk mencapai bukit, pengunjung harus melalui bebatuan yang dilalui gelombang yang menghempas. Pengunjung harus menunggu gelombang surut sesaat, baru menuju bukit dengan cepat jika tak ingin terhempas dan terseret gelombang.
“Pantai Telawas itu tempat menguji adrenalin, apalagi bagi jurnalis dan fotografer yang ingin mendapatkan spot gambar yang cantik. Karena Telwas ini memang surga yang tersembunyi sekaligus menantang,” kata Haris Mahtu, yang pernah memburu foto ke pantai ini.
Harkiandi yang juga mengagumi Pantai Telawas menganggap, Telawas seperti Raja Ampatnya Lombok. Bukit dan tebing tebing Telawas adalah surga yang menawan sekaligus menantang.
Kepala Desa Selong Belanak bersama warga dan aparat pernah memasang plang larangan agar pengunjung tidak selfie atau berfoto di lokasi berbahaya tapi tak dihiraukan.
“Dengan kejadian ini semoga ada upaya yang lebih tegas, tidak hanya dari kami tapi juga Dinas Pariwisata," pungkasnya. (kp/cr)